Monday, January 1, 2018

# film

Film di Desember 2017

Kalau teman-teman mengikuti catatan rekap film yang saya buat di bulan Oktober dan November yang lalu, tentunya teman-teman bisa menebak jenis film yang seperti apa yang belakangan sering saya tonton. Yep, saya memang sedang memfokuskan diri (halah!) nonton film superheroes, terutama keluaran dari Marvel Studios. Lebih tepatnya saya menonton ulang film-film tersebut karena: 1) dalam rangka menyambut kedatangan Avengers: Infinity War; 2) saya sudah lumayan lupa ceritanya karena nontonnya sudah bertahun-tahun yang lalu, jadi untuk menyegarkan ingatan.

Bulan terakhir di tahun 2017 saya masih nonton film dengan tema yang sama. Saya suka film superheroes karena film dengan jenis ini sangat menghibur buat saya. Semakin bertambahnya umur selera film saya berubah. Saya lebih memilih untuk nonton film yang menghibur, menyenangkan, dan membuat bahagia. Saya sekarang tidak terlalu minat dengan film yang membuat dahi berkernyit karena kebanyakan mikir. Atau film sedih yang membuat saya menangis mengharu-biru. Hidup sudah susah, jadi jangan ditambah susah dengan nonton film yang bikin sedih atau susah.

Meski selera saya itu film yang seru seperti film superheroes dengan banyak adegan bagbigbug alias adegan berantem atau tembak-tembakan atau film kartun yang menyegarkan, tetap saja saya nonton film drama yang kesannya berat. Tujuannya biar saya tetap update dengan perkembangan jaman.

Sudah cukup kata pengantarnya. Mari kita langsung saja ke daftar film di bulan kemarin:

1. Pulp Fiction (1994)

Film ini sudah lama banget terdengar di telinga saya sebagai film yang bagus. Ratingnya di IMDb 8.9, wow! Saya penasaran dong. Eh nggak tahunya setelah ditonton, yah,biasa saja. Ini masalah selera memang.




Rating: 2 dari 5 - it was okay

2. Avengers: Age of Ultron (2015)

Menonton ulang film membuat saya tidak hanya sekadar menonton, tetapi mencoba untuk lebih peka mengamati filmnya. Begitupun di film ini saya belajar peka. Ada satu hal yang sangat menonjol buat saya, yaitu Tony Stark. Saya mulai, "Wow, okay. This is interesting." sejak di dialog ini:

Maria Hill: All set up boss.
Tony Stark: Actually he's the boss. [points to Captain America]
Tony Stark: I just pay for everything and design everything, make everyone look cooler.

Wow! Tony Stark tidak sombong dan dia sangat humble dalam hal this Avengers-and-save-the-world thing. Padahal kalau dia mau dia bisa jadi leader. Selain itu, rasa tanggung jawabnya akan Avengers begitu besar. Scene di mana ketika apa yang paling Tony takutkan ditunjukkan oleh Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen), Tony segera mengambil tindakan agar ketakutannya tersebut tidak menjadi kenyataan dengan membangun ulang Ultron. Hasil akhir tidak sesuai harapan memang, tetapi niatnya tersebut saya apresiasi.

Ada dua dialog yang menurut saya layak kutip dari film ini. Pertama, dari Ultron:

Ultron: Everyone creates the thing they dread. Men of peace create engines of war, invaders create avengers. 

Kedua:

Steve Rogers: Every time someone tries to win a war before it starts, innocent people die. Every time.

Ngomong-ngomong, James Spader cocok banget jadi pengisi suara Ultron.




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

3. Thor (2011)

I don't know what to say, except that I'm not a fan of Thor and Chris Hemsworth, but I'm a fan of Natalie Portman. But, I still enjoyed watching this movie though. Tom Hiddleston looked young and handsome.




Rating: 3 dari 5 - liked it

4. Thor: The Dark World (2013)

Saya ingin berkomentar receh (bukannya biasanya saya memang hobi berkomentar receh ya?) kalau... Kenapa hanya dalam jarak dua tahun (sejak film Thor dirilis di tahun 2011) Tom Hiddleston terlihat tua banget sih??




Rating: 3 dari 5 - liked it

5. I Walk the Line (2005)

Waktu pertama kali nonton di masa unyu-unyu dulu kesannya sih film ini bagus dan romantis banget. June Carter (Reese Witherspoon) yang sabar banget membantu Johnny Cash (Joaquin Phoenix) lepas dari ketergantungan narkoba. Tetapi, sekarang pas nonton ulang dan sudah googling sedikit soal Johnny dan June, saya jadi mikir bagaimana perasaan Vivian dan keluarganya (maksud saya, anak-anak Vivian dan Johnny) begitu tahu ada film ini ya?




Rating: 3 dari 5 - liked it

6. A Walk to Remember (2002)

Termasuk film favorit sepanjang masa. Kalau sedang ingin galau dan baper, saya sengaja nonton film ini. Berkali-kali nonton masih bisa sedih dan teriak-teriak sendiri karena baper. Ha, ha. Siapa yang nggak baper coba lihat cowok seganteng Shane West memenuhi semua keinginan Mandy Moore? Landon (Shane West) bikin teleskop buat Jamie (Mandy Moore) biar bisa lihat komet langka, masangin Jamie tato, Landon juga mengajak Jamie ke garis perbatasan dua kota biar Jamie bisa being in two places at once, dan menikahi Jamie di gereja tempat orangtua Jamie dulu menikah. Duh, AKU MAU COWOK KAYAK GINI DONG!




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

7. Chasing Liberty (2004)

Alasan dulu nonton film ini karena ada Mandy Moore. Kemudian alasan bertambah karena ada Matthew Goode (Subhanallah, gantengnya!). Karakter Mandy Moore di sini sebagai Anna Foster, putri Presiden AS, berbeda banget dengan karakter Jamie Sullivan. Kalau boleh jujur, saya jengkel banget dengan Anna Foster. Karakternya lebay dan penuh drama. Dan kalau diamati lagi, hanya dalam dua tahun badan Mandy Moore beda banget ya. Coba deh perhatikan dengan seksama dia di film A Walk to Remember dan di Chasing Liberty. Di sini badannya jadi bongsor gitu.




Rating: 3 dari 5 - liked it

8. X-Men (2000)

Setelah menonton ulang beneran ya saya lupa sama sekali dengan ceritanya. Saya cuma ingat sama Logan. Ha, ha. Oh iya, saya juga ingat kalau saya tidak suka dengan Jean Grey. Saking sensinya saya dengan Jean Grey, saya juga tidak suka dengan siapapun yang memerankan Jean Grey, termasuk Sophie Turner (pemeran Jean Grey edisi X-Men muda. Halah). Habisnya suruh siapa nge-PHP-in Wolverine, hah??




Rating: 3 dari 5 - liked it

9. X-Men 2 (2003)

Hugh Jackman idolaku. Dah, mau bilang itu saja.




Rating: 3 dari 5 - liked it

10. X-Men: The Last Stand (2006)

Ceritanya lebih seru ketimbang dua X-Men sebelumnya. Tapi ya beneran deh. Dengan dibikinnya film X-Men muda itu bikin rada puyeng juga mengingat-ingat timeline-nya. Terus ya ada yang nggak sinkron juga. Misalnya, di sini diceritakan pertama kali Profesor X dan Magneto bareng-bareng merekrut Jean Grey waktu masih anak-anak. Profesor X dan Magneto sendiri sudah berumur di sini waktu merekrut Jean dan Profesor X masih bisa jalan. Sementara kita tahu Profesor X sudah lumpuh di akhir film X-Men: First Class. Sementara itu di X-Men: Apocalypse, Jean Grey sudah masuk sekolah Profesor X dan dia sudah usia dewasa muda (atau masih remaja?).




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

11. Captain America: The Winter Soldier (2014)

S.H.I.E.L.D disusupi musuh. Tidak bisa lagi dibedakan siapa kawan dan siapa lawan. Nick Fury saja mengalami percobaan pembunuhan. Dia juga dituduh sebagai pengkhianat. Captain America berusaha menemukan siapa sebenarnya penjahat yang sudah menyusup ke S.H.I.E.L.D. Dia dibantu oleh Black Widow dan Falcon. Siapa nyana, dalam perjalanannya menemukan musuh, Captain America harus berhadapan dengan sahabat baiknya sendiri, Bucky Barnes alias Winter Soldier.




Rating: 4 dari 5 - really liked it

12. Prime (2005)

Ceritanya tentang kisah cinta beda usia terpaut jauh (14 tahun!) antara Rafi (Uma Thurman) dan David (Bryan Greenberg). Rafi yang baru saja bercerai dari suaminya sudah langsung dibuat jatuh cinta oleh David. Meski ya buat saya masa' sih David bisa segampang itu langsung bisa suka banget (untuk kemudian dengan mudah jatuh cinta) pada pandangan pertama. Atau ya mungkin David memang suka dengan wanita yang usianya jauh lebih tua dari dia.

Sebenarnya nilainya cukup 1 dari 5, tetapi berhubung soundtrack-nya oke banget (coba deh dengar I Wish You Love dari Rachael Yamagata) nilainya saya katrol jadi 2. Hehe.




Rating: 2 dari 5 - it was okay

13. Jumanji: Welcome to the Jungle (2017)

Pertama lihat trailer-nya saya tidak tertarik. Karena merusak kenangan yang saya ingat akan film Jumanji (1995) yang dibintangi Robin Williams dan Kirsten Dunst. Film itu merupakan film kenangan masa kecil dan jadi film favorit saya sampai saat ini. Filmnya seru dan menegangkan. Lempar dadu, keluar nomor, lalu lihat tugas apa yang harus dilakukan.

Berhubung banyak yang suka dengan film ini saya jadi penasaran dong. Saya ingin membandingkan dengan film pertamanya. Ternyata, memang bagus dan lucu. Sepanjang film saya dibikin tertawa terpingkal-pingkal. Ini mah beda banget dengan film Jumanji pertama, dari cara main permainan Jumanji-nya (kalau yang pertama mainnya lempar dadu, kalau yang kedua ini semacam main RPG) dan film yang pertama itu petualangan, tegang, dan serius gitu, sementara yang kedua ini filmnya petualangan dan komedi. Dan itu si Jack Black ya ampuuun... Kocak banget sih!!

Tapi tetap sih yang menjadi pertanyaan saya bagaimana ceritanya papan Jumanji yang tadinya cara mainnya dengan lempar dadu kok bisa berubah jadi semacam game console dan jadi game RPG?




Rating: 4 dari 5 - really liked it

14. The Road (2009)

Ini film suram amat ya. Nontonnya juga saya nggak sanggup untuk fokus. Jadi saya sambi sambil mainan hp. Habisnya lihat jaman serba gelap, serba susah, nggak ada makanan, manusia satu sama lain saling curiga, malah ada yang kanibal makan daging manusia, duh... Sudahlah. Hanya saran, nonton film suram di malam tahun baru bukanlah ide yang bagus.




Rating: 3 dari 5 - liked it

15. Cek Toko Sebelah (2016)

Suram sehabis nonton The Road saya langsung nonton film komedi. Cek Toko Sebelah langsung menjadi pilihan. Sudah lama terdengar gaungnya kalau film-film Ernest ini bagus. Cek Toko Sebelah ini merupakan bukti kalau Ernest memang apik meramu cerita. Ceritanya sederhana, karakter tokoh-tokohnya biasa kita temui sehari-hari, pokoknya keren deh. Sudah pasti yang jelas ceritanya lucu. Di awal film saya sudah dibikin ketawa dong lihat Kaesang jadi supir taksi. Haha.

Dialognya oke. Penuh dengan celetukan-celetukan lucu. Didukung dengan akting para pemainnya yang natural semua, meski sebagian besar adalah komika yang notabene pemain baru tetapi tidak ada yang terlihat kaku. Oke juga nih Ernest dalam memilih aktor dan aktrisnya.




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

2 comments:

  1. Baru kemarenan nonton Jumanji, Mbak. Dan yes, ngakak dari awal sampek akhir. Puwaaaaasss!!! 😂😂😂

    Yg Chasing Liberty sama A Walk To Remember tuh film lama banget yak. Aku dah lupa jalan ceritanya. Wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Chasing Liberty dan A Walk To Remember itu film lama. Kamu nonton ulang gih biar inget lagi. Hihi.

      Delete

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;