Wednesday, November 1, 2017

Film di Oktober 2017

Bulan Oktober kemarin ada 19 judul film yang saya tonton. Ini sebuah rekor! Belum pernah dalam satu bulan saya bisa nonton film sebanyak itu. Kayak kejar setoran banget ya? Ha, ha.

Mari kita langsung saja. Ini lah daftar film yang saya tonton di bulan Oktober 2017 kemarin:

1. Split (2016)

Kevin (James McAvoy) memiliki 23 kepribadian di dalam satu tubuh. Dia menderita penyakit Dissociative Identity Disorder. Semua kepribadiannya ingin muncul ke permukaan. Meski ada 23 kepribadian, ada beberapa kepribadian yang lebih dominan dibandingkan yang lain. Mereka yang sering muncul adalah Barry, Dennis, Patricia, Hedwig, Orwell, dan Jade. Mereka berlomba-lomba ingin melindungi Kevin. Beberapa dari mereka mencoba mengingatkan psikiater mereka, Dr. Karen Fletcher (Betty Buckley), bahwa ada satu kepribadian lagi yang akan muncul dan sangat berbahaya. Kepribadian ini diberi nama The Beast.

Split merupakan film psychological thriller yang tentu saja menarik buat saya. Film dengan tema-tema psikologi seperti ini sangat menyenangkan untuk ditonton. Meski ya rada disayangkan dengan Dr. Fletcher yang terlalu baper jadi psikolog. Juga akting Mas James yang menurut saya biasa saja. Saya malah lebih fokus pada Casey Cooke, yang diperankan oleh Anya Taylor-Joy. Di balik sifatnya yang pendiam dan menarik diri ada luka traumatis yang begitu dalam.




Rating: 4 dari 5🌟 - really liked it

2. Memento (2000)

Film yang digadang-gadang sebagai masterpiece-nya Christopher Nolan membuat saya penasaran berat. Setelah cukup lama mencari ke sana kemari akhirnya kesampaian juga buat nonton dan ternyata memang keren banget.

Guy Pearce memerankan karakter Leonard sebagai tokoh utama di film ini. Leonard memiliki masalah dengan short-term memory. Dia menderita anterograde amnesia, yaitu suatu kondisi di mana si penderita tidak dapat menciptakan ingatan baru. Dia tidak akan pernah bisa mengingat nama-nama orang yang dia temui. Dia juga tidak akan bisa mengingat kejadian dan percakapan apapun yang dibuatnya. Ingatannya terhenti di peristiwa istrinya mati terbunuh. Dan Leonard bertekad akan membalas dendam kematian istrinya. Namun, tentu itu bukan perkara mudah mengingat keterbatasan Leonard.

Menurut saya yang unik dari Memento adalah alur ceritanya yang bergerak mundur untuk mengetahui asal-muasal cerita film ini. Memang pada awalnya agak membingungkan, tetapi lama-lama nanti polanya ketemu dan ketika sudah di ujung cerita membuat saya ber-O panjang.




Rating: 5 dari 5🌟 - it was amazing

3. X-Men: Apocalypse (2016)

En Sabah Nur atau Apocalypse (Oscar Isaac) dianggap sebagai mutan pertama dunia. Usianya ribuan tahun. Dia dianggap dewa di Mesir Kuno dulu. Sampai akhirnya dia harus dikhianati pengikutnya sendiri dan dia terkubur sampai tahun 1983 di mana dia dibangkitkan oleh sisa-sisa pengikutnya yang masih percaya dengannya.

Setelah kembali bangkit Apocalypse melihat Bumi yang sudah berubah banyak. Dia ingin menghancurkan Bumi yang sekarang untuk kemudian menciptakannya kembali seperti Bumi dulu yang dia kenal.

Sebagai penggemar film super hero semacam ini tentu saja saya beri nilai tertinggi. Meski kalau boleh jujur, saya masih berasa asing dengan Sophie Turner dan Tye Sheridan.




Rating: 5 dari 5🌟 - it was amazing

4. Critical Eleven (2017)

Nama Adinia Wirasti sebagai pemeran utama wanita dalam Critical Eleven membuat saya merasa wajib untuk nonton film ini. Saya suka dengan akting Adinia. Apalagi ia dipasangkan dengan Reza Rahardian. Chemistry di antara mereka berdua itu dapat sekali.

Kalau dari segi cerita sih, yah... Biasa saja. Dan di sini ada bagian yang membuat saya merasa heran. Saya tahu Donny (Hamish Daud) ternyata memendam perasaan cinta ke Anya justru dari review, teaser, dan dari behind the scenes. Dari filmnya sendiri saya tidak menangkap kesan bahwa Donny memiliki perasaan untuk Anya. Kesannya jadi apa ya... Kok kayak ABG sekali padahal sudah dewasa. Soal perasaan masih saja main kucing-kucingan. Lagian saya masih penasaran adegan atau dialog di sebelah mana yang menunjukkan perasaan Donny ke Anya.




Rating: 2 dari 5🌟 - it was okay

5. Star Wars: The Force Awakens (2015)

Hampir sembilan tahun yang lalu saya menulis review Star Wars Episode III. Saya termasuk penggemar Star Wars, tapi bukan penggemar fanatik juga sih. Penggemar secukupnya saja. Halah. Buktinya, saya baru nonton Star Wars: The Force Awakens di bulan kemarin.

Well, anyway, ceritanya kali ini tiga puluh tahun setelah kekalahan Kekaisaran Galactic, terjadi pertempuran antara Resistance dan First Order. Luke Skywalker (Mark Hamill) menghilang dan sepertinya semua orang mencari keberadaan Luke Skywalker. Rey (Daisy Ridley) yang tadinya bukan siapa-siapa, hanya seorang pemulung di Planet Jakku, mau tidak mau terjebak dalam perang dan akhirnya berusaha menemukan jati dirinya dengan bersukarela menawarkan diri mencari Luke Skywalker.




Rating: 4 dari 5🌟 - really liked it

6. Rogue One (2016)

Saya langsung lupa film ini bercerita tentang apa. Soalnya saya nontonnya sambil ngantuk begitu. Hahaha. Tapi, emosi yang saya rasakan ketika nonton film ini yang sambil menahan kantuk itu ya biasa saja.




Rating: 2 dari 5🌟 - it was okay

7. X-Men: Days of Future Past (2014)

Masa depan mutan di ambang kehancuran. Mutan diburu seperti hewan untuk dimusnahkan. Untuk melindungi dan menyelamatkan mutan yang tersisa, Wolverine (Hugh Jackman) dikirim ke masa lalu oleh Professor X (Patrick Stewart) dan Magneto (Ian McKellen). Wolverine diberi tugas untuk membatalkan niat Raven (Jennifer Lawrence) membunuh Dr. Bolivar Trask (Peter Dinklage). Karena akibat dari pembunuhan itulah yang menyebabkan mutan menghadapi masa suramnya.

Saya selalu suka film dari X-Men. Buat saya, film seperti ini memang bagus. Enough said.




Rating: 5 dari 5🌟 - it was amazing

8. Zootopia (2016)

Seekor kelinci bernama Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) ingin sekali menjadi polisi. Ia memiliki ambisi ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Sungguh sebuah idealisme yang tinggi.

Well, Judy ke Zootopia untuk mengejar cita-citanya. Zootopia adalah sebuah kota di mana semua jenis hewan hidup dalam harmonis. Namun, ternyata menjadi polisi di Zootopia tidaklah mudah. Ia harus menghadapi diskriminasi dari hewan-hewan lain yang badannya lebih besar dari Judy. Untuk membuktikan dirinya layak menjadi polisi, Judy pun berusaha memecahkan kasus yang sedang terjadi saat itu, yaitu hewan-hewan yang dulunya dikenal sebagai predator menjadi buas kembali. Judy dibantu oleh Nick Wilde (Jason Bateman) untuk memecahkan kasus tersebut.

Ide cerita Zootopia sendiri menurut saya menarik. Di sini digambarkan semua hewan dapat hidup berdampingan dalam damai tanpa harus takut dimangsa. Seekor singa menjadi walikota, kerbau menjadi kepala polisi, domba menjadi sekretaris, dan masih banyak lagi. Meski begitu, sebenarnya rasa takut terhadap hewan buas itu masih ada. Mau disembunyikan seperti apapun juga, prasangka terhadap hewan buas itu akan tetap ada.




Rating: 4 dari 5 🌟 - really liked it

9. Star Trek: Beyond (2016)

Tiga tahun setelah Star Trek: Into the Darkness, Enterprise masih menjalankan misinya, yaitu mengeksplor angkasa. Sampai mereka harus berhadapan dengan musuh jahat bernama Krall (Idris Elba) yang menculik kru Enterprise. Ternyata Krall memiliki dendam sendiri dengan Federasi dan ingin menghancurkan Federasi.

Sepertinya di film ini Spock (Zachary Quinto) kurang mendapat peran ya. Malah sepertinya peran Scotty (Simon Pegg) dan Chekov (Anton Yelchin) masih lebih banyak ketimbang Spock. Tetapi, tidak apa-apa. Tetap menghibur kok buat saya.





Rating: 4 dari 5 🌟 - really liked it

10. Logan (2017)

Sejak pertama berkenalan dengan X-Men saya langsung jatuh hati dengan Wolverine. Bagi saya Wolverine ini gagah sekali. Apalagi Hugh Jackman yang memerankan Wolverine di layar lebar membuat saya makin cinta dengan Wolverine. Dan setelah nonton Logan perasaan saya campur aduk. Antara sedih, kecewa, dan memaklumi.

Logan tidak seperti film superhero keluaran Marvel lainnya. Film ini lebih seperti film drama. Menonjolkan sisi rapuh dari Logan, bahwa selain sebagai mutan yang punya kekuatan super, Logan juga manusia. Dia menua, kekuatannya tidak seperti dulu lagi, dia tenggelam dalam keterpurukan. Dia menyingkir dari hiruk-pikuk dunia bersama Prof. X (Patrick Stewart) dan Caliban (Stephen Merchant) di daerah perbatasan Meksiko dan AS.

Saya sedih karena harus melihat idola saya, Wolverine, melalui fase yang menyedihkan begini. Dulu dia dielu-elukan, sekarang terlupakan. Dulu dia menyelamatkan dunia, sekarang dia dihancurkan. Saya kecewa karena mau tidak mau harus mengakui bahwa dunia seperti roda berputar. Terkadang kita di atas, terkadang kita di bawah. Dan semuanya ada masanya. Semacam tidak rela harus melihat Logan -- jagoan saya -- seperti ini, tapi ya mau bagaimana lagi. Sebuah cerita yang baik untuk "mengakhiri" kisah sepak terjang dari Logan.




Rating: 5 dari 5 🌟 - it was amazing

11. Star Trek (2009)

Setelah nonton Star Trek: Beyond, saya memutuskan untuk nonton ulang film ini. Karena saya lupa ceritanya bagaimana. Ternyata saya lebih suka Star Trek ketimbang yang Beyond. Menurut saya lebih seru saja ceritanya. Adegannya lebih banyak berantem di pesawat. Kalau Beyond sepertinya lebih banyak di daratan ketimbang di pesawat. Masalah preferensi sih ini.

Selain itu, cerita kisah mula pertemuan James Tiberius Kirk dan Spock itu menarik. Yang awalnya mereka sepertinya tidak bakal akur, eh ternyata malah jadi sahabat baik.

Menonton ulang film ini membuat saya harus mengubah opini saya akan Kirk. Tadinya saya tidak suka dengan dia, eh sekarang saya malah ngefans dengan Kirk. Saya jadi suka dengan sifatnya yang spontan, cheerful, dan lively.




Rating: 5 dari 5 🌟 - it was amazing

12. The Jungle Book (2016)

The Jungle Book diadaptasi dari kumpulan cerita pendek Rudyard Kipling. Buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1894 ini juga pernah diadaptasi menjadi film kartun dengan judul yang sama di tahun 1967.

Ceritanya tentang bocah laki-laki bernama Mowgli (Neel Sethi) yang dibesarkan di hutan oleh Raksha (Lupita Nyong'o), serigala betina, dan gerombolannya yang dipimpin oleh Akela. Dia ditemukan sewaktu masih kecil oleh Bagheera (Ben Kingsley), seekor harimau kumbang hitam. Bagheera kemudian menyerahkan Mowgli kepada gerombolan serigala untuk dirawat dan dibesarkan. Namun, ada satu hewan yang tidak menyukai keberadaan Mowgli. Dia adalah Shere Khan (Idris Elba). Shere Khan ingin menghabisi nyawa Mowgli. Ancaman Shere Khan membuat Mowgli terpaksa harus meninggalkan hutan dan kembali ke Desa Manusia.

Saya suka filmnya. Hewan-hewan dan hutannya terlihat nyata.  Meski tidak semua hewan dapat berbicara, tetap saja menarik. Maksud saya, kenapa ada hewan yang bisa berbicara dan ada yang tidak? Tidak adil kan.

Petualangan Mowgli bersama Baloo (Bill Murray) dan Bagheera itu seru. Mowgli mungkin tidak memiliki cakar ataupun taring yang tajam, tetapi dia punya otak yang cerdik dan cerdas yang mampu menyelamatkannya nyawanya dan membantu teman-temannya. Well, he's human after all.




Rating: 5 dari 5 🌟 - it was amazing

13. Thor: Ragnarok (2017)

Duh, film apa ini? Film pahlawan super atau film lawak? Dan kenapa Thor berubah menjadi pria yang hobi tantrum? This wasn't Thor that I knew or remembered. I felt like he's trying so hard to be... Tony Stark with his witty jokes, but Thor failed. Bersyukurlah ada Mark Ruffalo dan Cate Blanchett yang membuat saya memberi nilai 2 untuk film ini.  I'm being generous. Karena mereka berdua kan idola saya. Kalau tidak ada mereka, nilai 1 sepertinya cukup.




Rating: 2 dari 5🌟 - it was okay

14. The Great Gatsby (2013)

Film yang berkisah tentang cinta sejati yang tidak akan pernah mati. Ketika cinta itu sudah pergi, Gatsby (Leonardo DiCaprio) mati-matian berusaha merebutnya kembali dengan menunjukkan kekuatannya, yaitu materi. Memiliki uang yang berlimpah dia mengadakan pesta hura-hura setiap malam. Harapannya Daisy (Carey Mulligan) bisa datang dan menghadiri pesta tersebut.

Akting Leonardo sangat berkarakter seperti biasa. Sementara, Tobey yang memerankan Nick Carraway, well... Entahlah. Biasa saja kalau menurut saya.




Rating: 3 dari 5🌟 - liked it

15. Guardians of the Galaxy (2014)

Jason Quill ganteng, Gamora charming, Rocket menyebalkan tapi lucu, Groot yang polos, dan Drax yang... well, dingin (pada awalnya). Dan mereka semua membuat film ini jadi keren banget! Saya tidak punya ekspektasi apa-apa sebelum nonton, tidak juga membaca reviewnya. Hanya bermodalkan, "Ini akhir pekan dan saya butuh hiburan dengan menonton film." Alhamdulillah, this movie did his job.

Gerombolan pelindung galaksi ini saling melengkapi dan melindungi satu sama lain. Meski hobi mereka suka berantem mulut, sebenarnya mereka saling peduli. Celaan yang saling mereka lontarkan itu sukses bikin saya tertawa. Aksi heroik yang mereka lakukan itu seru. Menandakan mereka tidak sepenuhnya jahat. Dan saya kaget begitu tahu Bradley Cooper yang menjadi pengisi suara Rocket. Ya ampun, suaranya beda banget!




Rating: 5 dari 5 🌟 - it was amazing

16. Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)

Guardians of the Galaxy Vol. 2 sama bagusnya dengan yang pertama. Lucu, seru, dengan berbagai karakter yang sangat menghibur, terutama Baby Groot!!! Hahaha... Dia adorable banget. He really stole the show. Tampang Baby Groot yang polos, kadang suka dimanja, dan kadang juga suka tantrum ngamuk ke orang jahat itu beneran deh ya bikin filmnya jadi lebih menghibur. Paling lucu adegan pas di awal-awal film ketika yang lain pada berantem, Baby Groot malah sibuk menari dan adegan di mana Rocket memberikan instruksi pada Baby Groot untuk meledakkan bom. Sumpah ya itu kocak banget! Lebih ke menggemaskan sih. Hihihi..

Di sini ceritanya kita bakal tahu siapa sebenarnya ayahnya Peter Quill (Chris Pratt). Ternyata Ego, ayahnya Quill, punya niat tersembunyi dengan mengajak Quill, Gamora, dan Drax ke planetnya. Ego ingin menguasai dunia dengan menghancurkan semua planet dan makhluk apapun yang hidup di dalamnya. Dan lagi-lagi Guardians of the Galaxy harus mnjalankan tugasnya, yaitu melindungi galaksi.




Rating: 5 dari 5 🌟 - it was amazing

17. 13 Going on 30 (2004)

Film komedi romantis favorit saya! Sudah nonton berkali-tapi, tetapi tidak pernah bosan. Ceritanya tentang seorang anak perempuan praremaja, Jenna, yang ingin segera menjadi wanita dewasa. Keinginannya terwujud di hari ulang tahunnya yang ke-13. Keinginannya terkabul. Ketika dia membuka matanya, dia sudah menjadi wanita berusia 30 tahun.

Mungkin ceritanya standar atau basi, tapi somehow saya masih bisa menyukai film ini karena film ini bisa mengeluarkan sisi romantis saya (cieee). Membuat saya dulu sewaktu pertama kali nonton film ini (bertahun-tahun yang lalu) senyum-senyum sendiri penuh malu dan bahagia. Dan sampai sekarang film ini masih bisa membuat saya senyum-senyum sendiri penuh malu dan bahagia. Yang paling membahagiakan dari film ini? Mark Ruffalo tentu saja.




Rating: 5 dari 5 🌟 - it was amazing

18. Batman vs. Superman: Dawn of Justice (2016)

Film dengan durasi yang panjang banget (3 jam!), namun sayangnya baru terasa seru 1/3 menjelang akhir film. Sisanya? Membosankan dan bikin saya kesal sendiri. Saya geregetan dengan Bruce Wayne (Ben Affleck) ditambah saya memang tidak suka dengan Ben Affleck, jadinya makin bikin saya pengen keplak kepalanya pake palunya Thor. Lex Luthor juga menyebalkan. Faktor terbesar mungkin karena pengaruh Jesse Eisenberg. Dia kurang pas memerankan Lex Luthor. Untung saja adegan Batman, Superman (Henry Cavill), dan Wonder Woman (Gal Gadot) bahu-membahu mengalahkan musuh monster mereka itu lumayan seru.




Rating: 3 dari 5🌟 - liked it

19. Deadpool (2016)

Duh, filmnya nggak ada spesial-spesialnya. Biasa saja. Karakter Wade Wilson/Deadpool (Ryan Reynolds) yang banyak omong bukan karakter favorit saya.




Rating: 2 dari 5🌟 - it was okay

6 comments:

  1. Wow banyak banget! Kalau saya biasanya menargetkan 1 minggu nonton 1 film (jadi 1 bulan 4-5 film), tapi kenyataannya ada minggu-minggu yang saya ga nonton sama sekali, karena pada dasarnya lebih suka baca buku disbanding nonton film. Itu nargetin nonton 1 film 1 minggu biar ga ketinggalan jaman dan sedikit mudeng kalau orang-orang ngomongin film apa haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Kayaknya bulan kemarin aku kelewat selow deh makanya bisa nonton film sebanyak itu. Haha.

      Delete
  2. Wow banyak banget. Jempol deh. Saya malah nggak ingat bulan lalu nonton filma apa aja. Bukan krn kebanyakan, tapi krn kykny nyaris nggak nonton sama sekali krn huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini aku bisa ingat karena setiap habis nonton selalu aku catat filmnya.

      Delete
  3. satu2nya film yang belum saya tonton kritikal eleven padahal penasaran banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga kemarin penasaran, tapi setelah nonton... Percayalah... Filmnya biasa saja.

      Delete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;