Friday, February 2, 2018

# perawatan diri # skin care

Cerita Tentang Hair Care

Sebelumnya saya sudah cerita tentang body care dan lip care. Sekarang saya ingin bercerita tentang hair care saya.

Bagi saya dulu merawat rambut cukup dengan keramas pakai shampo. Tidak ada conditioner atau hair mask sesudahnya. Setiap habis keramas, saya keringkan pakai handuk atau saya diamkan saja sampai kering sendiri.

Saya juga bukan tipe orang yang senang bermain-main dengan rambut. Seumur-umur saya baru satu kali mewarnai rambut. Itupun duluuu sekali. Saya sudah lupa rambutnya saya cat warna apa.

Ke salon untuk perawatan rambut pun jarang sekali. Sejak dulu tujuan saya ke salon biasanya hanya untuk potong rambut. Mau rutin ke salon untuk perawatan macam-macam, mahal ye bo'... Saya belum ikhlas keluar duit banyak buat rutin perawatan rambut di salon.

Kesimpulannya: kasihan rambut saya tidak mendapat perhatian sebagaimana mestinya.

Padahal rambut saya bukannya tanpa masalah. Rambut rontok parah dan ketombe itu masalah klasik sejak dulu. Sekarang permasalahannya harus ditambah lagi dengan uban. Yep, you read that right: UBAN. Aku ingin menangis saja, Kakak! 😭😭😭

Saya pun tersadar. Rambut ternyata juga harus diperhatikan. Meski saya pakai jilbab dan hanya orang-orang tertentu saja yang lihat, bukan berarti saya bisa cuek dengan rambut. Mentang-mentang tidak dilihat khalayak ramai lantas rambut tidak diperhatikan. Harusnya tetap diperhatikan ya. Karena kalau rambut bisa jadi indah, bagus, berkilau itu ada rasa kepuasan tersendiri.

Baiklah. Mari kita mulai untuk rutin merawat rambut!

Jadi, inilah perawatan rambut saya sejak beberapa bulan terakhir (saya lupa tepatnya sejak kapan. Huhu... Mohon sekiranya saya dimaafkan):

1. Batrisyia Herbal Hair Treatment

Sejak saya tahu saya sudah beruban (hiks!) saya bingung harus pakai apa untuk merawat rambut. Seingat saya dulu sewaktu saya masih kecil saya suka melihat Mama mengoleskan kemiri di rambutnya. Beliau bilang kemiri bagus untuk menghitamkan rambut. Sebenarnya saya juga kurang tahu sih uban bisa berubah jadi hitam atau tidak kalau rutin dipakaikan kemiri. Haha. Tapi, setidaknya saya punya niat baik supaya uban saya tidak bertambah banyak dan semoga rambut saya yang masih hitam tetap hitam dan berkilau indah. Halah.

Saya tahu merek Batrisyia dari teman saya, Shei. Beliau ini rajin wara-wiri di mana-mana mempromosikan Batrisyia. Dengan Shei saya curhatlah permasalahan rambut saya. Beliau menawarkan Batrisyia Herbal Hair Treatment ini.


gambar dari sini


Komposisi yang tertera di label botolnya adalah Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kemiri, dan minyak zaitun. Tidak ada komposisi lain disebutkan. Saya tidak tahu apakah bahannya memang hanya terdiri dari tiga bahan ini atau ada yang lain juga.

Manfaatnya antara lain untuk mengurangi rambut rontok, menyuburkan rambut, menyehatkan kulit kepala dan rambut, membuat rambut lembut, hitam mengilap sehat bercahaya. Untuk cara pakainya, kalian jangan mengikuti yang ditulis di label ya. Kalau di label ditulis: oleskan pada rambut yang kering setelah keramas. Pokoknya cara ini jangan diikuti. Kenapa? Karena baunya nggak enak. Haha. Dan rambut jadi lengket. Cara yang Shei ajarkan ke saya dipakainya di malam hari sebelum tidur. Diamkan semalaman dan baru deh besok paginya keramas. Oh iya, botolnya dikocok dulu sebelum dipakai. Biar isinya menyatu gitu.

Saya lupa saya belinya harga berapa. Padahal ini sudah botol kedua yang saya pakai. Kalau dari lihat-lihat tadi sih harganya kisaran Rp 50ribu. Isi 250 ml. Awet bisa buat berbulan-bulan. Dipakainya sedikit sudah bisa buat seluruh rambut. Kalau mau dipakai banyak biar cepat habis juga tidak apa-apa kok. Heuheu.

Penggemar: Lalu, setelah sekarang pakai botol kedua bagaimana hasilnya? Ubannya sudah hilang?

Masih ada dong. Ha, ha.

Ya sudahlah ya kalau sudah urusan uban ini. Pasrah saja deh. Kalau nanti ubannya memang bertambah banyak banget dan saya benar-benar sudah tidak tahan, apa boleh buat terpaksa saya akan mengecat rambut saya. Untuk sekarang, biarkan saja lah. Toh, ubannya juga masih sedikit. Meski Batrisyia Herbal Hair Treatment tidak bisa menghilangkan dan menghentikan laju pertumbuhan uban, setidaknya dia bisa merawat rambut saya dengan cara lain. Saya yakin itu. All I need is believe! Halah.

2. Head & Shoulders Anti-dandruff Shampoo Cool Menthol

Dari semua shampo anti ketombe yang sudah pernah saya coba shampo inilah yang paling cocok di saya. Dia ampuh menghilangkan ketombe di kepala. Oke, mungkin tidak hilang 100%, tetapi setidaknya kepala saya jauh jadi lebih bersih sejak saya pakai shampo ini.

3. Makarizo Hair Energy Fibertheraphy Hair & Scalp Creambath

Sampai sekarang saya belum paham apa bedanya antara hair mask, hair conditioner, hair spa, creambath, hair tonic, dan hair vitamin. Atau ada istilah lain lagi yang ketinggalan? Jadi, begitu memutuskan untuk mulai rutin merawat rambut, jujur saja saya rada-rada cap go ci mau pakai apa. Pakai yang mana nih: hair mask, conditioner, hair tonic, atau yang mana? Berbekal feeling saya mencoba Makarizo Hair Energy Fibertheraphy Hair & Scalp Creambath.


gambar dari sini


Di antara empat varian yang ada, yaitu Royal Jelly Extract (untuk rambut kering dan rusak), Aloe and Melon Extract (untuk mengatasi kerontokan rambut), Olive Extract (untuk memberi volume pada rambut kusam dan lepek), dan Kiwi Extract (untuk rambut sensitif dan telah mengalami proses kimia), saya sudah coba tiga varian. Kiwi Extract merupakan satu-satunya varian yang belum saya coba. Dari tiga varian yang sudah saya coba saya paling tidak suka Royal Jelly karena baunya tidak enak. Sekarang saya sedang pakai varian Olive Extract.

Klaim dari produknya sih begini:

Mengandung Asam Amino Keratin -- unsur vital dalam pembentukan keratin sebagai protein utama yang mendorong keterpaduan struktur rambut agar lebih berkilau, tetap sehat, dan kuat. Kombinasi ekstrak Zaitun, dan Omega 6 dari minyak nabati Passiflora menutrisi dan melembutkan rambut sehingga daya tahan rambut terjaga, rambut lentur dan berkilau.

Makarizo Fibertheraphy Hair & Scalp Creambath ini tersedia dalam ukuran sachet 30gr dan 60gr, juga dalam ukuran pot 500gr. Kalau yang sachet harganya kisaran belasan ribu. Monggo dicek di e-commerce kesayangan kalian atau di toko-toko langganan kalian. Soalnya saya lupa harganya berapa. Saya pakai yang ukuran pot. Saya beli di Shopee. Harganya Rp 62.100. Saya kurang sabar dan teliti dalam mencari harga yang lebih murah. Buktinya setelah saya bayar, baru deh saya menemukan harga yang lebih murah (di bawah Rp 60ribu). Kan asem.

Cara pakainya oleskan krim pada rambut dan kulit kepala setelah keramas, kemudian pijat lembut dan perlahan atau bungkus rambut dengan handuk hangat selama 2 - 5 menit. Lalu bilas hingga bersih.

Efek instan setelah pemakaian rambut jadi lembut dan wangi! Wanginya enak banget deh. Rambut juga jadi gampang diatur. Setelah berbulan-bulan rutin pakai, efek lain yang saya rasakan rontok jadi jauh banget berkurang. Kalau dulu, dih amit-amit deh. Sekali sisiran, lihat rambut rontok yang ikut sisir jadi ngeri sendiri. Untung saja rambut saya tidak botak karena rontok. Eh tapi, saya kurang tahu juga sih ini karena efek Makarizo Fibertheraphy atau karena efek produk lain yang saya pakai.

4. Makarizo Advisor Hair Recovery Hair Vitamin

Saya sudah mencoba beberapa hair vitamin, antara lain Ellips dan Sunsilk dengan berbagai varian yang mereka punya. Sekarang saya pakai Makarizo karena iseng ingin mencoba yang baru. Dan saya pakai varian Velvety Black Shine karena fokus saya yang ingin menghitamkan rambut. Karena apa, Saudara-saudara? Iyes, karena saya sudah punya uban. Hiks, hiks, hiks. 😭😭😭


gambar dari sini


Makarizo Advisor Hair Recovery Hair Vitamin ini mengandung vitamin A, C, E, Pro Vitamin B5, dan Silk Protein yang memperkuat, merevitalisasi, dan menutrisi rambut. Untuk varian Velvety Black Shine ini juga diperkaya oleh minyak kemiri (hore!) dan UV Protector untuk membantu melindungi rambut hitam alami dari dampak negatif sinar matahari agar senantiasa berkilau sehat. Yeay, produk perawatan rambut saya ada lagi yang mengandung minyak kemiri, selain Batrisyia Hair Treatment!

Saya suka banget pakai hair vitamin model kapsul begini. Tinggal buka kapsul, tumpahkan isinya di tangan, lalu oleskan ke rambut yang setengah kering setelah keramas. Jangan dibilas. Dan tidak perlu khawatir pakainya kelewat sedikit atau kebanyakan. Takarannya pas. Dan yang pasti praktis. Wanginya pun enak banget. Harganya sekitar Rp 60ribu untuk yang botol isi 50 kapsul.

Untuk perawatan rambut sekarang ini saya hanya pakai empat produk di atas. Simpel kan? Tidak ribet. Produknya pun harganya murah-murah. Tidak perlu mahal-mahal ke salon. Cukup perawatan sederhana di rumah. Hasilnya terbukti ada kok.

Sekarang mari kita review secara keseluruhan keempat produk di atas.

Alhamdulillah, begitu dicoba saya langsung cocok pakai keempat produk tersebut. Setelah rutin perawatan selama berbulan-bulan, yang saya rasakan sekarang rambut saya rontoknya sudah jauh berkurang, lembut, mudah diatur, bersih dari ketombe, dan rambut saya hitamnya semakin berkilau! Kalau kata Mama saya, rambut saya justru makin terlihat hitam. Sekali lagi, Alhamdulillah ya.

Oh iya, hal lain yang saya rasakan meski dua hari tidak keramas rambut saya masih terasa segar, tidak lengket, dan tidak berminyak. Dan sepertinya tidak bau juga. Meski di hari ketiga rambut saya masih terlihat dan terasa oke, saya tetap keramas. Ogah juga punya rambut yang tidak dicuci selama berhari-hari. 😄

Nah, itulah cerita saya tentang perawatan rambut saya. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang sedang galau ingin merawat rambut. Dan boleh juga lho kalau teman-teman ingin share perawatan rambut kalian di kolom komentar. 😀

4 comments:

  1. Kayak observasi ya mba..
    Akhirnya nemu jg yg cocok. Saya mah Alhamdulillah pake sampo pentin jg cocok dan gak rontok wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus rajin observasi serta trial and error untuk menemukan produk yang cocok untuk kita, Mbak. Hehe.

      Delete
  2. Aku jg stres banget sama rambut aku yg rontok plus ada ketombe. Tapi memang belum beruban sih 😂
    Tapi 2 masalah itu aja udah stres banget rasanya. Kebanyakan jg hal yg sama dialami banyak teman perempuan yg sama2 berjilbab.
    Mungkin bisa dicoba rangkaian treatment mbak di atas yah 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan dicoba. Semoga cocok juga buat kamu ya.

      Delete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;