Wednesday, September 11, 2019

Review Gramedia Digital Premium

Ada banyak alasan kenapa saya mencintai buku. Pertama, buku bisa membuka cakrawala saya. Banyak pengetahuan yang bisa saya dapat dari buku. Ia membantu saya untuk tidak menjadi kuper juga. Ketika lagi ngobrol dengan teman-teman, saya jadi tahu apa yang mereka obrolkan.

Kedua, buku membawa saya bertemu dengan banyak orang hebat, baik yang sudah meninggal atau yang masih hidup. Lewat buku saya bisa bertemu dengan Umberto Eco, misalnya. Atau, saya bisa mengobrol dengan Ziggy Z., salah satu penulis favorit saya, sambil menikmati segelas teh artichoke di sore hari. Buku juga membawa saya jalan ke sana ke mari. Bersama dengan buku, saya bisa ke masa sebelum peradaban atau ke masa depan lima puluh tahun dari sekarang.

Ketiga, buku menghibur saya. Ia merupakan tempat pelarian ketika saya sedang sedih. Tidak berlebihan jika saya sebut buku adalah teman saya. Keempat, buku membuat saya lebih baik. Buku membantu saya berkembang sebagai manusia.

Sebenarnya masih banyak alasan lainnya, tetapi empat alasan itu sudah cukup menunjukkan kecintaan saya terhadap buku. Keempat alasan itulah yang membuat saya berusaha menyempatkan diri untuk membuka buku setiap harinya, meskipun itu hanya sepuluh halaman.

Sekarang ketika harga buku semakin mahal dan saya bukan termasuk golongan kaya raya yang bisa dengan bebas membelanjakan uangnya, maka harus dicari jalan keluar agar saya bisa tetap menjalankan hobi saya itu. Cara terbaik adalah dengan meminjam buku di perpustakaan. Berhubung perpustakaan di kota saya sangat tidak menggoda, saya mencari perpustakaan lain yang ada di internet.

Jika kalian membayangkan iPusnas dan iJak, itu bisa juga menjadi pilihan. Kalau ingin perpustakaan daring berbayar, mungkin bisa menyebut Kindle Unlimited, Bookmate Premium, Scribd, dan Gramedia Digital Premium. Saya tidak akan membahas semuanya karena saya belum mencoba semuanya. Saya hanya akan membahas layanan yang sudah saya coba, yaitu Gramedia Digital Premium.


Apa Sih Gramedia Digital Itu?


gambar dari sini


Teman-teman pernah dengar Scoop? Scoop adalah aplikasi e-reader sekaligus toko buku online di mana penggunanya bisa mengunduh buku, majalah, dan surat kabar. Nah, aplikasi Scoop ini diakuisi oleh Kompas Gramedia di Februari 2016. Dalam perjalanannya Scoop diubah (rebranding) menjadi Gramedia Digital. Di sini kita bisa membeli buku-buku terbitan Kompas Gramedia (tentu saja) dan dari penerbit lainnya. Tidak hanya penerbit di dalam negeri, tetapi mereka juga menjual ebook dari penerbit luar negeri. Mereka mengklaim koleksi bacaan digital mereka lebih dari 120ribu. Khusus koleksi buku Gramedia Digital menyediakan lebih dari 45ribu judul buku. Wow! Untuk ukuran toko buku digital online di Indonesia jumlah segitu cukup besar. 

Layanan Apa Saja yang Tersedia di Sana?


Tentu saja kalian bisa membeli buku digital secara ketengan alias eceran. Tidak hanya membeli secara eceran, kalian juga bisa berlangganan premium. Jadi, kalian tidak usah membeli ebook yang kalian incar. Kalian tinggal unduh saja.

Paket premiumnya ada tiga, yaitu:

1. Fiction Premium Package (Rp45.000/bulan). Paket ini khusus untuk buku-buku fiksi.
2. Kids Premium Package (Rp45.000/bulan). Dengan paket ini kalian bisa mengakses buku anak-anak.
3. Full Premium Package (Rp89.000/bulan). Paket ini membebaskan kalian untuk membaca (hampir semua) ebook yang ada di Gramedia Digital.




Saya tentu saja memilih paket yang full premium. Dengan berlangganan paket ini, saya tinggal mengunduh saja (hampir semua) ebook terbitan Kompas Gramedia yang saya inginkan tanpa harus membeli satu per satu. Baik buku lama maupun buku baru ada di sana semua. Kebayang dong murahnya dengan berlangganan ketimbang membeli bukunya? Misalnya, terakhir saya cek di situsnya Laut Bercerita dari Leila S. Chudori harganya Rp93.500 dan Filosofi Teras dari Henry Manampiring harganya Rp75.000. Jika saya membeli dua ebook itu, saya harus membayar Rp168.500. Ckckck... Itu mahal! Ngomong-ngomong, kalau buku digitalnya dari penerbit lain, kalian tetap harus membeli ya.

Paket full premium ini tidak hanya terbatas pada buku digital. Kalian juga bebas mengunduh e-magazine, seperti Gatra dan Bobo. Berhubung di sana saya jarang baca majalah jadinya saya hanya tahu dua majalah itu yang bebas diunduh tanpa harus membayar lagi. Untuk e-newspaper sepertinya tetap harus dibeli secara terpisah jika kita ingin berlangganan koran. 

Dengan sistem berlangganan begini tidak salah dong jika saya menyebut Gramedia Digital sebagai perpustakaan berbayar. Saya membayar keanggotaan setiap bulannya untuk kemudian menikmati buku, majalah, dan koran yang ada sepuasnya. Sebagai penikmat buku, tawaran biaya Rp89ribu/bulan tentu sangat menggiurkan. Saya jadi semakin rajin membaca. Minimal dalam satu minggu ada satu buku yang habis saya baca.

Apa Saja Kesan yang Ada Selama Berlangganan?


Saya berlangganan Gramedia Digital Premium sejak awal tahun ini, tepatnya di Februari 2019. Selama berlangganan tentu saja ada kesan positif dan negatif. Apa saja kesan-kesannya?

Kesan Positif


1. Murah.

Ini sudah jelas banget kan. Tidak perlu dibahas lebih lanjut ya.

2. Bisa dipakai di lima gawai.

Itu berarti kalian bisa patungan dengan teman-teman kalian. Biaya berlangganan yang sudah murah akan semakin menjadi lebih murah ketika kalian berlangganan bersama-sama dengan teman. Saya dengan empat orang teman saya berbagi biaya Rp89ribu/bulan. Silakan kalian hitung sendiri ya masing-masing dari kami bayar berapa setiap bulannya. Hihi.

3. Koleksi buku yang banyak dari penerbit berkualitas.

Selain murah, alasan penting lainnya kenapa saya tertarik dengan Gramedia Digital Premium adalah, well, Gramedia. Kita semua tahu lah buku-buku terbitan Kompas Gramedia itu bermutu tinggi. Mungkin tidak semua, tapi katakanlah sebagian besar. Jadi, bisa berlangganan murah dan bebas membaca buku-buku dari Kompas Gramedia sepuasnya, nikmat Tuhan mana lagi kah yang kamu dustakan?

4. Bisa dibaca secara offline.

Ketika sinyal sedang tidak bersahabat, saya masih tetap bisa menikmati Gramedia Digital Premium saya. Buku-buku yang sudah saya unduh tinggal saya buka saja tanpa ada halangan apapun.  

5. Pilihan metode pembayaran yang banyak.

Waktu awal-awal berlangganan pilihan metode pembayaran tidak sebanyak sekarang. Dulu hanya bisa bayar pakai virtual account BNI, Bank Mandiri, dan bank lainnya. Sekarang sudah bisa bayar pakai Google Play, kartu kredit Visa dan MasterCard, dan Gopay. Yeay!

6. Tampilan yang simpel dan user friendly.

Supaya bisa betah berlama-lama di aplikasi e-reader tentunya tampilannya harus simpel dan user friendly. Syarat itu sudah terpenuhi di Gramedia Digital. Buku digitalnya pun rapi. Font yang dipakai, space, margin kanan-kiri-atas-bawah, semuanya oke. Saya jadi nyaman bacanya. So, meski kita tidak bisa mengubah tampilan huruf (baik ukuran maupun tipenya), paragraph atau line spacing, dan margin, tidak masalah buat saya. Karena tampilannya by default sudah memuaskan kok.

Kesan Negatif

1. Ribetnya ketika ingin mengganti halaman.

Sebelum Gramedia Digital diperbaharui, membaca di aplikasi ini menyenangkan sekali. Jika ingin pindah halaman, kita cukup menyentuh layar kanan atau kiri. Sekarang diperlukan "usaha" sedikit dengan menggeser layar gawai untuk mengganti halaman. Buat saya, ini cukup mengganggu kenyamanan.

2. Susahnya memilih halaman yang diinginkan.

Maksudnya begini. Tentu ada kalanya ketika membaca ebook di gawai kita ingin langsung menuju ke halaman tertentu. Kita ingin langsung ke Bab V atau ke halaman 101 dengan mudah tanpa harus menggeser-geser banyak halaman. Di Play Books dan Moon+ Reader ada opsi di mana kita bisa melakukan itu. Ketika kita sentuh layar akan muncul menu daftar isi dan kita tinggal klik saja menu tersebut. Sekarang tinggal pilih kita mau loncat baca ke bab berapa. Sayangnya, di Gramedia Digital belum bisa begitu.

3. Filter yang ribet.

Ketika saya sedang bingung mau baca buku apa, saya mencari buku berdasarkan kategori. Kategori yang ada banyak sekali. Ada adult fiction, classics, psychology, fiction & literature, dan masih banyak lagi. Kalau ingin memilih buku dari all categories tentu akan menghabiskan waktu. Maka Gramedia Digital menyediakan filter untuk kita. Tinggal klik mau kategori yang mana maka buku yang muncul hanya dari kategori tersebut. Masalahnya, Gramedia Digital hanya membolehkan filter untuk satu kategori saja. Jadi, saya tidak bisa pilih filter dua atau tiga kategori sekaligus, misalnya classics, psychology, dan history. Kalau ingin mencari buku dengan tiga kategori tersebut, kita harus dengan sabar mencari lewat filter-nya satu per satu.

4. Tidak ada notifikasi ketika masa berlangganan sudah habis.

Sempat satu atau dua kali saya telat memperpanjang layanan berlangganan karena saya lupa. Untung teman-teman saya tidak ada yang protes dan memarahi saya. Jadinya memang saya harus rajin mengecek masa berlangganan. Saya juga sudah minta teman saya untuk mengingatkan saya jika saya lupa untuk memperpanjang.

5. Tidak bisa mengganti nama di profil.

Ini receh sebenarnya, tapi kan ya seru juga kalau bisa mengganti nama di profil. Hihi.

Mudah-mudahan tim dari Gramedia Digital mampir dan membaca tulisan ini sehingga di update yang berikutnya mereka mendengarkan keluhan saya dan memperbaikinya. 😁

Sekarang setelah saya puas menikmati layanan Gramedia Digital sempat beberapa kali muncul pertanyaan random: Dengan metode berlangganan seperti ini, bagaimana dengan pembagian fee penulis? Well, entah bagaimanapun itu sistemnya semoga saja penulis tidak dirugikan ya.

Akhirul kalam, semoga setelah membaca ulasan saya ini teman-teman jadi tertarik untuk berlangganan Gramedia Digital Premium juga. Ayo, kita semangat membaca! Otak dan jiwa kita berhak untuk mendapatkan asupan yang baik. Salah satu caranya dengan kita membaca bacaan yang berkualitas. Sebisa mungkin kita jangan hanya membaca utas di Twitter atau buku tabungan, apalagi baca hoax. Jangan! Utamanya, kita harus membaca buku. Seperti yang Uda Ivan Lanin twitkan:




Uda Ivan idolaku... 😍
Share:

3 comments:

  1. mbak satu lagi kekurangannya, setahun yang lalu deh, jadi ada satu waktu buku2 yang uda aku download hilang dan ga ada di library. emang si masi bisa dicari lagi, tapi kan aku ga hafal buku apa aja yang uda dibaca dan didownload, jadi kalo mau ditrace ulang, ribet banget. sudah komplain ke Gramed beberapa kali sampai akhirnya aku memutuskan gak langganan lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya... Aku juga pernah tiba-tiba ebook yang sudah aku download jadi hilang semua. Terus, jadinya kamu sekarang bacanya pakai apa?

      Delete
  2. Dulu aku langganan Gramedia dan Scribd, sekarang jadi cuma Scribd aja... Oh sama langganan webcomic Indonesia wkwkwk (masuk hitungan g ya xD)

    ReplyDelete

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;