Saturday, March 27, 2021

Tiga Blog Favorit

Dulu di blog ini pernah punya labels "Blog Favorit" yang ceritanya saya membuat labels tersebut untuk memberikan rekomendasi blog yang saya suka. Saya pernah menulis blognya Anggie, Mbak Nay, dan Mbak Vicky sewaktu masih ngeblog di Georgetterox. Berhubung saya semakin jarang blogwalking dan jarang menemukan blog baru yang bisa dikatakan sebagai favorit, akibatnya labels tersebut sudah tidak pernah update lagi. Jadinya saya memutuskan untuk menghapus labels tersebut. 

Nah, kali ini saya mau menulis lagi soal blog favorit. Tulisan ini tercipta karena saya mau ikutan CR Challenge dari Mbak Eno. Hadiahnya lumayan. Kalau saya menang, hadiahnya bisa buat bayar domain blog ini selama dua tahun. Wkwkwk. 

Sebenarnya cukup banyak blog yang saya suka. Sayangnya, kebanyakan dari blog yang saya suka itu sekarang sudah tidak pernah update lagi. Berhubung Mbak Eno mengadakan CR Challenge ini dengan tujuan ingin mengenal lebih banyak narablog, saya merasa tidak enak kalau merekomendasikan blog yang sudah tidak update lagi. Nanti bagaimana mau kenalannya coba? Kecuali Mbak Eno tidak bermasalah membaca tulisan-tulisan lama. Hihihi. 

Ah, tapi itu urusan nanti. Mungkin suatu saat saya akan merekomendasikan blog favorit saya sepanjang masa, baik yang masih aktif, maupun yang sudah tidak aktif lagi. Untuk sekarang, tiga blog yang saya rekomendasikan bisa dikatakan adalah blog yang baru saya temukan tahun-tahun belakangan. Blog mereka masih rajin update dalam satu bulan terakhir, meski ada satu di antaranya yang terakhir update 31 Oktober 2020 lalu. Baru lima bulan hiatus, belum setahun kok. Jadi masih masuk dalam kategori blog aktif menurut saya. Ha, ha. Bikin kategori kok semena-mena.

Baiklah, mari kita langsung saja membahas tiga blog favorit saya.


1. Jejaka Petualang 

Kalau kebanyakan travel blog yang pernah saya baca mengambil sisi dari rincian membuat perjalanan, tempat-tempat wisata yang oke dan layak untuk didatangi, printilan semacam pemesanan tiket, hotel, dan segala macam, maka Jejaka Petualang ini berbeda. Bang Morishige, si empunya blog, menarasikan perjalanannya. Ada hal lebih penting untuk disampaikan daripada sekadar itinerary, rekomendasi tempat wisata, atau yang lainnya, yaitu untuk menikmati perjalanan itu sendiri. Cobalah untuk membaca salah satu tulisannya, misalnya Tikhedhunga, maka kalian akan mengerti apa yang saya maksud.

Beliau membuat pengalaman perjalanannya itu terasa lebih intim, membuat kita sebagai pembacanya seolah-olah ikut dalam perjalanan. Mungkin itu berkat dari gaya menulis Bang Morish. Deskriptif, tapi tidak kaku. Enak dibaca. Mengalir. Maka jangan heran kalau Jejaka Petualang adalah travel blog nomor satu favorit saya. Membaca Jejaka Petualang mengingatkan saya akan Agustinus Wibowo dengan buku-bukunya yang berjudul Selimut Debu, Garis Batas, dan Titik Nol.

Saya lupa sejak kapan saya mulai berlangganan Jejaka Petualang. Apakah sudah lama sekali atau baru setahun dua tahun terakhir. Karena kalau melihat dari arsipnya, Bang Morish menulis di Jejaka Petualang sejak September 2007. Seharusnya sih sebagai narablog angkatan lama (njir, tua banget gue), saya seharusnya sudah tahu blognya sejak dahulu kala. Kalau saya baru tahu belakangan, selama ini saya ke mana saja ya? Apa saya yang mainnya kurang jauh? Wkwkwk.

2. AS Rosyid 

Saya tahu blog Bang Ical ini dari Bang Morish di salah satu tulisannya. Saya mampir ke blog Bang Ical dan langsung jatuh hati dengan tulisan-tulisan beliau. Beliau adalah seorang penulis, peneliti, pustakawan, dan pengajar. Tidak heran kalau tulisan beliau memang bermutu, baik dari segi isi, maupun dari segi gaya penulisan. Tulisan dengan topik receh, misalnya, beliau bisa menulisnya sesuai dengan kaidah tata bahasa, tetapi masih enak dibaca. Apalagi dengan topik serius, seperti opini beliau tentang legalisasi miras

Gaya penulisan Bang Ical memang khas membuat saya iri karenanya. Entah kapan saya bisa menulis sebagus beliau. 

3. Dhania Albani 

Suatu hari di pertengahan tahun 2020, saya mendapatkan komentar dari Dhania di blog buku saya. Komentar yang beliau tinggalkan manis sekali sampai-sampai saya screenshot dan saya simpan baik-baik. Untuk nanti sebagai pengingat di kala saya sedang dalam mood tidak bagus.

Saya melakukan kunjungan balik ke blog Dhania. Saya memang selalu melakukan kunjungan balik ke blog-blog yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Jika saya suka dengan blognya, maka akan langsung saya masukkan ke Feedly supaya saya tidak ketinggalan setiap ada tulisan terbaru. Setelah membaca satu-dua tulisan Dhania, saya tahu saya tidak mau ketinggalan setiap update dari blognya. 

Dari satu tulisannya saja saya bisa menilai Dhania ini cerdas. Selain orang yang pintar menulis, saya juga punya soft spot tersendiri untuk orang-orang yang cerdas. Saya berharap saya bisa belajar banyak dari mereka, termasuk dari Dhania.

Blog Dhania bisa dikategorikan sebagai blog personal. Meski ada juga tulisan berkisah perjalanannya, seperti sewaktu beliau jalan-jalan ke Peru. Dhania juga memamerkan hasil jepretannya yang bagus-bagus di blognya. Ini manusia paket lengkap banget kayaknya ya, sudah mah cantik, pintar, jago menulis, jago foto, dan baik hatinya.

Blognya ditulis dalam bahasa Inggris yang membuat saya semakin menjura. Subhanallah, Dhania. 

Well, sudah tiga blog yang saya tulis. Saya tahu Mbak Eno hanya meminta rekomendasi tiga blog. Namun, saya tidak tahan untuk tidak menambah satu blog lagi. Blog yang akan saya rekomendasikan berikutnya adalah pengecualian dari persyaratan yang sudah saya tentukan sendiri di atas. Blog berikut termasuk blog yang sudah lama saya ikuti dan masih dengan setia saya ikuti sampai sekarang. 

4. .shards .of memories 

Yudi termasuk salah satu orang yang saya hormati di jagat blogosphere Indonesia. Sebagai human being, saya juga menaruh respek padanya. Yudi orang baik. 

Saya suka dengan gaya bercerita Yudi di blognya. Ada sesuatu yang khas dari gaya menulis Yudi. Saya mencoba mempelajarinya dengan cara membaca tulisan-tulisannya, lalu saya coba untuk memakainya ke dalam tulisan saya, dan tentu saja saya gagal total. 

Saya tahu level menulis saya tidak akan bisa seperti Yudi, Bang Morishige, Bang Ical, dan Dhania. Tetapi, saya tidak pernah berhenti belajar dari mereka melalui tulisan-tulisan yang mereka berikan di blognya. Doa saya semoga mereka selalu sehat dan selalu berbahagia agar mereka selalu bisa update blog sehingga saya bisa menikmati tulisan mereka. Ha, ha, sebuah doa yang sungguh egois.
Share:

28 comments:

  1. Yaaa ampyunnm bagus bagus semuaaa

    Aku auto bakal sering ubek² blog² enih.

    Makasiii, Kimi 😍😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mbaaak... Senang kalau rekomendasiku cocok dengan selera Mbak Nurul.

      Delete
  2. Waah mbaaak, rekomendasinya fresh banget buat sayaa, karena saya nggak pernah dengar sebelumnya nama2 di atas, hihi. Kecuali bang Morishige sih kayaknya, karena seingat saya, saya pernah berkunjung ke blog beliau, tapi lupa entah kapan:D Sekarang jadi berasa diingatkan.

    Terima kasih untuk rekomendasinyaa, dan salam kenal mbak Kimii!:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Awliya. Benar kan ya namamu Awliya? Salam kenal juga ya. Terima kasih sudah mampir. Semoga kamu cocok ya dengan blog-blog rekomendasiku.

      Delete
  3. Saya baru tahu nama nama blogger tersebut, sungguh kudet saya. Kalo bang morishige saya kenal sih, tapi kalo bang Ical kurang kenal.

    ReplyDelete
  4. Untuk merekomendasi suatu blog tentu punya alasan tersendiri ya. Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Kalau gak punya alasannya, pembacanya bakalan bingung dong kenapa kita merekomendasikan blog tersebut.

      Delete
  5. tulisannya Morishige memang asyik sekali untuk dibaca! ah, terima kasih rekomendasi blog-blognya, Kimi!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mas Zam. Semoga suka ya dengan blog rekomendasi dariku. ☺️

      Delete
  6. Blogmu juga bagus kok mbaaaa....
    Mbak Dhania dulu pernah bertukar sapa dan setuju blognya kece abiz..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, Mbak Phebie. Terima kasih sekali. Pipiku jadi tersipu merah karena senang dan malu. Hahahaha...

      Iya kaaan... Blognya Dhania memang kece. Terus, aku jadi mikir. Aku selama ini ke mana aja ya baru tahu blog Dhania kemarin itu. Hahaha.

      Delete
  7. Halo mbak kimi, aku juga sering singgah di blognya bang morish. Tulisannya emang bagus. Tentang perjalanan, bukan tujuannya. Tapi tentang perjalanan itu sendiri.

    Aku lagi baca bbrapa cerita ttg nepal di blognya. Sering ketinggalan sih bacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blog Bang Morish di-subscribe di Feedly saja, Mas. Biar gak ketinggalan kalau dia update.

      Delete
  8. Eh saya dulu kok sempat mengira Morishige itu Moer...

    ReplyDelete
  9. Wah terima kasih untuk listnya, Kim. Nanti kalo mau blogwalking, aku cobain deh mampir ke blog2nya mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Kev. Semoga blog rekomendasiku cocok dengan seleramu ya.

      Delete
  10. Ah terima kasih.
    Tampaknya list kunjungan saya akan bertambah dan semakin sadar kalau tulisan sendiri terasa bagaikan remahan debu saja hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mas Didut. Semoga Mas Didut suka dengan rekomendasi blog dariku.

      Delete
  11. Wihuuyy makasihh buat reading listnya,,, haha semuanya new buat saya. Barusan tadi ceki2 ke blognya morishige karena namanya kaya karakter yg ada di onepiece walaupun agak beda 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Bayu. Ayo, ayo, jangan lupa sekalian subscribe blog mereka. Biar nggak ketinggalan pas mereka update.

      Delete
  12. Langsung blogwalking ke sana *cussss

    ReplyDelete
  13. Wah, jadi malu... Makasih sudah mampir-mampir ke Jejaka Petualang, Mbak Kimi. :)

    Baca ini saya baru sadar kalau sudah lama nggak mampir ke blognya Bang Ical. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga, Bang Morish, sudah mampir ke blogku. :D

      Delete
  14. Yg paling aku tau cm mas morish :). Nah iyaaa, cara dia menulis beda memang, LBH ke narasi drpd detil.

    Kesannya pembaca jd kayak ikutan masuk ke cerita :). Seolah merasakan. Aku suka baca blog mas morish. Tambahan referensi ku saat menuliskan ttg pengalaman traveling :).

    Blog2 lainnya jujur blm tahu, dan pengen aku baca2 nanti mba. Aku seneng kalo ketemu tambahan bacaan baru. Apalagi kalo isinya bagus. Cm memang banyak blog2 favoritku yg skr juga hibernasi. Sediiih... Pada pindah ke Vlog rata2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga blog rekomendasiku cocok yaaa dengan selera Mbak Fanny.

      Delete

Saya sangat menantikan komentar dari kalian. Asal jangan spam, jangan anonim, dan tetap sopan ya. Mari kita menghargai satu sama lain. Terima kasih.