Saturday, September 11, 2021

Daftar Serial yang Ditonton #6

Sejak rekap serial terakhir, saya sudah menonton delapan serial. Tempat nontonnya bermacam-macam. Ada di Netflix, Disney+ Hotstar, HBO GO, dan Amazon Prime Video. Yups, langganan streaming saya bertambah lagi dengan Amazon Prime Video. Mumpung biaya berlangganannya murah (cuma Rp15.000 karena sharing dengan Mas Danang), so why not? Saya sungguh senang dengan sistem berlangganan sharing begini. Bisa menghemat biaya entertainment dengan cara legal. 

Ya sudah. Mari kita langsung saja ke daftar serial yang saya tonton:

1. His Dark Materials

Langsung nonton begitu tahu His Dark Materials ada di HBO GO. Sebagai seseorang yang mengaku-ngaku pecinta cerita fantasi, tentunya tidak boleh melewatkan serial ini sekalipun belum selesai baca bukunya. Seingat saya dulu pernah sih baca novelnya yang nomor satu, terus tidak lanjut baca lagi karena dulu novel lanjutannya belum diterjemahkan. Seiring berjalan waktu, saya lupa begitu saja. 




His Dark Materials sudah ada dua musim. Gosipnya musim ketiga akan diproduksi Mei 2021 dan baru akan tayang di kuartal ketiga tahun 2022. Dan katanya lagi His Dark Materials bakalan cuma ada tiga musim.

Daftar pemainnya keren-keren. Ada Dafne Keen, James McAvoy, Lin-Manuel Miranda, daaaan... Andrew Scott! Serialnya sendiri bagus! Ceritanya tidak jauh berbeda dari bukunya. Ada sedikit perbedaan memang, tapi tidak apa-apa. Tidak mengganggu kok. 

2. Messiah

Ini ceritanya sungguh berani sih mengangkat isu sensitif. Tiga agama langsung lho! Islam, Yahudi, dan Kristen. 

Ceritanya tentang seorang pria yang berkhotbah di Damaskus perihal tidak usah takut dengan ISIS. Tiba-tiba badai pasir datang, orang-orang pada lari tunggang langgang, tapi pria tersebut tetap bergeming. Ajaibnya, pria tersebut selamat dan tidak luka sedikitpun. Orang-orang langsung menganggapnya sebagai Al-Masih (Mehdi Dehbi).

Al-Masih membawa pengikutnya berjalan kaki sampai ke Golan Heights. Begitu sampai di perbatasan Israel, Al-Masih langsung ditangkap. Kehadiran Al-Masih diselidiki oleh CIA yang menugaskan Eva Geller (Michelle Monaghan). CIA curiga siapa sebenarnya Al-Masih dan apa motifnya. 




Messiah cuma ada satu musim karena Netflix memutuskan untuk tidak memperpanjang serial ini. Ceritanya memang mengangkat isu sensitif sih, tapi buat saya kurang seru rasanya. Ada penggambaran Al-Masih yang buat saya kurang pas. Misalnya, sewaktu dia bersikap kasar ke bapak-bapak di gurun pasir. Atau, ketika dia sudah membawa pengikutnya berjalan kaki sejauh 65 km, lantas dia tinggal begitu saja karena dia lebih memilih untuk "berdakwah" di Amerika Serikat. 

3. Shadow and Bone

Ada dua alasan kenapa saya menonton Shadow and Bone. Pertama, ceritanya fantasi. Kedua, Ben Barnes. Karakter favorit saya di sini adalah Kirigan (Ben Barnes) dan Jesper (Kit Young). Kalau Kirigan tidak usah dijelaskan lagi lah ya... Ben Barnes gitu lho. Sementara Jesper ini dia sangat menghibur. He stole the show.




Alhamdulillah, Netflix berencana melanjutkan serial ini. Rencananya di musim kedua akan ada delapan episode yang masing-masing durasinya satu jam. Gosipnya produksi dimulai bulan Agustus 2021 kemarin. Mari kita doakan semoga syutingnya cepat selesai dan serialnya cepat tayang ya! Saya sudah tidak sabar untuk melihat Mas Ben lagi. Uwuwuwu... 

4. Westworld

Saya termasuk fans Westworld. Dulu mengikuti serial ini di tempat streaming bajakan dan berhenti nonton setelah musim satu berakhir. Kemudian, saya kehilangan jejak karena tempat streaming bajakan tutup dan saya tidak berlangganan tv kabel. Beruntung dia ada di HBO GO dan saya langsung melanjutkan nonton. Saya sudah tertinggal banyak.



 
Kalau mendiskusikan film ini bisa satu tulisan tersendiri. Topiknya berat, deep, dan meaningful banget. Ada AI, free will, haduh pokoknya serial ini top markotop banget deh. Serius. 

Tidak percaya?

Sekarang coba bayangkan deh kalau robot-robot di satu taman hiburan pada melakukan pemberontakan. Mereka jadi punya kesadaran sendiri, bukan lagi hanya sekadar program yang diinput. Mereka mau revolusi. Mereka tidak mau lagi menjadi alat untuk menghibur manusia. Mereka ingin memiliki kontrol atas diri mereka sendiri. Dan yang namanya pemberontakan pasti ada pertumpahan darah dong. Di sini ada juga. 

Bingung gak sih jadinya para robot ini beneran punya free will atau tidak kalau mereka sendiri sebenarnya masing-masing sudah memiliki kode program yang dapat diubah semau-mau? Mereka bisa punya awareness itu apa bukan karena kesalahan kode di programnya? Berarti mereka sebenarnya tidak punya kehendak bebas dong, melainkan determinisme karena sudah ditentukan oleh kode-kode program mereka? Bingung? Sama.

5. Loki

Akhirnya Loki dibikinkan satu serial sendiri. Barangkali ini karena Loki banyak penggemarnya meski dia merupakan karakter jahat. Saya sendiri bukan fans Loki, tapi tetap nonton karena saya fans MCU secara keseluruhan. Jadi merasa wajib untuk menonton apapun yang merupakan keluaran dari MCU.




Setelah nonton Loki ada satu hal yang bikin saya tidak sreg. Saya mau bilang kisah cinta antara Loki dan Sylvie ini sungguh dipaksakan. Kalau mau bilang Loki narsistik yang cuma bisa jatuh cinta sama diri dia sendiri dan Sylvie sebenarnya bisa dibilang adalah Loki juga, ya kenapa Loki tidak jatuh cinta dengan Loki versi yang lain juga kan? 

6. Kotaro Lives Alone

Masya Allah... Subhanallaaaah... Saya sukaaaaaaa banget sama Kotaro Lives Alone! Kotaro (Eito Kawahara) imut banget, sumpah! Mandiri pula. Bisa hidup sendiri, masak sendiri, beberes. Saya dulu umur lima tahun masih sering sakit-sakitan dan anak manja. 😭




Mana topiknya kekerasan dalam rumah tangga pula dan Kotaro mengalami kekerasan fisik dan emosi. Huhuhu. Sungguh tidak tega... Tapi, syukurlah semua tetangga apartemen Kotaro baik-baik ya. Mereka semua kompak menjaga dan melindungi Kotaro. Meski pas awal-awalnya saya ketakutan sendiri melihat Kotaro yang terlalu mandiri. Ke mana-mana maunya sendiri dan tidak mau ditemani. Sumpah, saya yang jadi parno takut kalau Kotaro pas lagi jalan ke tempat pemandian umum tahu-tahu diculik oleh pedofil. 

7. This Is Us (musim keempat)

Salah satu alasan saya mau berlangganan Amazon Prime Video adalah This Is Us. Saya cinta sekali dengan serial yang bertemakan keluarga ini. Setiap nonton tiap episodenya hati ini selalu diselimuti kehangatan. Serius. Meski keluarga Pearson berkonflik, tapi kekompakan mereka sebagai keluarga itu patut diacungi jempol. 




Favorit saya di This Is Us tentu saja Jack Pearson (Milo Ventimiglia). He's a loving husband, a loving father, a loving human being. He's too good to be true. Tapi, tidak apa-apa. Justru dia yang membuat saya bisa jatuh cinta. Kalau belum bisa jatuh cinta dengan manusia nyata, tidak apa-apa lah jatuh cinta dengan karakter fiksi dulu. Hahaha.

8. Good Omens

Terpengaruh sama teman di Plurk dan di Twitter yang mengidolakan David Tennant, saya jadi penasaran dengan Good Omens. Novelnya sudah saya baca bertahun-tahun yang lalu. Saya sudah pernah menulis resensi bukunya di sini




Setelah nonton, saya jadi ikutan suka dengan serial ini. Ceritanya lucu dan menghibur. Tidak beda jauh dengan novelnya. Cuma enam episode pula. Sehari nonton juga kelar. 

Jadi, demikianlah delapan serial yang saya tonton selama kurang lebih 2.5 bulan terakhir. Sekarang kalian lagi nonton serial apa nih? Share di kolom komentar ya!
Share:

4 comments:

  1. Aaahh...bener banget. Langganan berjamaah memang lebih menguntungkan ya. Bayangin kalau langganan sendiri, bisa2 uang untuk langganan semua hiburan video aliran itu habis hanya untuk membayar satu penyedia layanan saja. Padahal menurutku, setiap penyedia jasa layanan video aliran memiliki ciri khas tontonan masing-masing.
    Oh iya, jangan lupa nonton "Modern Love"!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes... Bakalan tekor banget kalau gak bisa sharing langganan kayak gini ya, Mas. Ternyata penyedia jasa streaming tersebut berjiwa sosialisme juga. Hihihi... Btw, siap, Mas! Nanti aku pasti nonton Modern Love.

      Delete
  2. Saya juga menonton Kotaro, mba 😆 Lucuk bangettt ~

    Selain itu, saya sedang menyelesaikan season 2 Into the Night sama ada series Jepang (lupa judulnya), bercerita soal seorang Pria yang visit cafe-cafe hampir bangkrut di penjuru Jepang 😍 Kebetulan hobi lihat series related to makanan. Wk.

    Oh dan Motel Makeover juga, saya suka topik makeover soalnya 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kaaan... Kotaro lucu bangeeet... Btw, Into the Night tentang apa, Mbak? Bagus gak? Aku sering liat dibahas di Twitter series ini.

      Delete

Saya sangat menantikan komentar dari kalian. Asal jangan spam, jangan anonim, dan tetap sopan ya. Mari kita menghargai satu sama lain. Terima kasih.