Setelah 31 Hari Menulis Setiap Hari

Berawal dari twit Uda Ivan Lanin yang membagikan tautan ke Medium-nya tentang pelajaran apa saja yang sudah beliau dapat dari menulis selama setiap hari, saya membalas twitnya dengan kekaguman. Sebagai seseorang yang pernah mencoba tantangan menulis setiap hari selama sebulan, ini tidaklah mudah. Saya sudah pernah mengikuti tantangan ini berkali-kali sejak tahun 2011 (saya sampai membuat label Writing Challenge di blog ini), tetapi baru berhasil satu kali. Makanya saya salut dan kagum dengan Uda Ivan yang bisa menulis setiap hari sejak tulisan pertamanya di tanggal 26 Desember 2022. 

Kemudian, Uda Ivan membalas twit saya. Lalu, terjadilah percakapan singkat berikut di Twitter:


tautan percakapannya di sini 


Dengan Uda Ivan membalas seperti itu, saya jadi terpacu untuk menulis setiap hari meski saya masih belum tahu mau menulis apa. Kalau menulis rutinitas setiap hari, bisa dipastikan pembaca akan bosan. Pasalnya, hidup saya sangat menjemukan. Tidak menarik untuk diceritakan. Namun, seperti yang Uda Ivan sampaikan di Medium-nya, jangan terlalu banyak berpikir. Tuangkan ide apa pun menjadi tulisan. Baiklah, akan saya coba, Uda. Saya tidak berjanji akan menulis sampai seratus hari, tetapi setidaknya akan saya coba untuk menulis selama satu bulan terlebih dahulu. 

Setelah berbalas twit dengan Uda Ivan di tanggal 11 April 2023, saya tidak segera memulai untuk menulis. Saya sengaja menentukan tanggal 1 Mei 2023 sebagai hari pertama untuk menulis setiap hari biar bertepatan dengan Hari Buruh Internasional. Tujuannya agar mudah diingat dan biar keren dengan tanggal keramat. Maka pada tanggal 1 Mei 2023 terbitlah tulisan pertama untuk menulis setiap hari dengan cerita saya merayakan lebaran di Bandarlampung. 

Sejak saat itu hingga hari ini saya masih konsisten menulis setiap hari meski dengan tulisan singkat dan kualitas seadanya. Meski demikian, tetap saya mengucapkan Alhamdulillah karena saya berhasil menulis setiap hari. 

Tidak menyangka juga sebenarnya saya bisa rutin menulis. Berawal dari niat ingin pamer ke Uda Ivan, sekarang niatnya berubah saya ingin terus berbagi cerita ke pembaca blog ini. Tentang apa saja. Mulai dari hal yang remeh-temeh sampai hal yang serius. Saya jadi merasa lebih luwes untuk bercerita dengan kalian semua di blog ini ketimbang di Journey, sebuah aplikasi jurnal harian yang saya pakai. Percayalah, saya lebih rutin menulis di sini ketimbang di Journey yang aplikasinya sudah saya beli mahal-mahal. 😂

Setelah 31 hari menulis setiap hari, saya belajar untuk mencari ide tulisan dari mana saja. Saya belajar untuk lebih peka dan untuk lebih mengamati di sekeliling saya. Saya berusaha mencari atau membuat pengalaman baru. Saya berusaha untuk lebih banyak membaca, berbincang, juga nonton. Ada kalanya saya tetap kehabisan ide. Tidak tahu mau menulis apa untuk hari itu. Kalau sedang bingung begitu, terkadang saya meminta ide tulisan ke Meutia. Terima kasih, Meutia, atas ide-idenya. Jangan bosan-bosan ya kalau aku sering minta ide ke kamu. 

Sekarang setelah satu bulan berlalu saya tidak tahu apakah saya akan tetap menulis setiap hari atau tidak. Saya ingin tetap bisa menikmati menulis tanpa harus merasa terbebani. Seandainya saya tetap melanjutkan tantangan ini, esok hari kalian akan mendapatkan tulisan terbaru di blog ini, setidaknya sampai satu bulan ke depan. Setelah itu, mari kita evaluasi kembali. 

16 comments

  1. Agak susah konsisten ya, soalnya ide ga mungkin muncul terus menerus setiap hari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya kalau kita mau serius mencari, ada aja sih ide yang bisa ditulis di setiap harinya. Cuma ya itu deh... Seringnya malas. Hahaha.

      Delete
  2. Jadi pengen rutin nulis lagi. Tapi... Aku masih mau nyelesaiin cardigan dan TBR setelah pulang dari BBW masih banyak. Hahahahaha

    ReplyDelete
  3. Novel inceran aku ga ada di BBW, jadinya aku beli banyak novel Indonesia... Eh... Terjemahan Indonesia, yg penulis asli Indonesia ya cuma 1, 2 buku terjemahan penulis Jepang (J-Lit) sama 1 buku rajutan 😁

    ReplyDelete
  4. kok nggak berasa udah 1 bulan aja?! cepet banget astaga 🤣. congrats karena telah berhasil melewati tantangan menulis selama 1 bulan ini, Kak! udah bisa pamer ke Uda Ivan lah ya wkwk
    btw, aku salah satu orang yang suka dengan blog post harian, Kak Kimi :D meski nggak selalu komentar, tapi aku selalu baca tulisan, Kakak. terima kasih atas tulisan-tulisan Kakak! semoga bisa lanjut terus menulis tiap hari jadi aku ada bacaan harian wkwk 🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Iya, aku sudah pamer ke Uda Ivan. Btw, terima kasih yaaa kamu sudah mau baca tulisan-tulisanku. Semoga aku bisa terus konsisten menulis setiap hari biar kamu senaaang. Hihihi.

      Delete
  5. Selamat mbak Jagawana atas pencapaian ini,
    semoga tetap konsisten.

    tulisan ini mengsinpirsirisasi saya untuk mulai menulis lagi.
    wish me luck!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mas Ryugi. Btw, saya sudah mampir ke blognya, tetapi memang tidak ada kolom komentarnya ya?

      Delete
    2. Iya memang ngga ada.
      Terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  6. Luar biasa. 😍

    Selamat, ya. Memaksa diri menulis itu juga memaksa menertibkan pikiran. Manfaatnya banyak sekali dalam pekerjaan. 🙏🏻

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Uda. Semoga saya bisa terus konsisten menulis setiap hari. Biar pikiran bisa tertib, seperti yang Uda bilang.

      Delete
  7. Horeeee! 👍👏🌹

    ReplyDelete
  8. Suliitt sekali ini. Jangankan sehari seminggu, seminggu 3 tulisan aja kadang masih sering murtad. Eh, tau-tau udah waktunya bayar hosting aja.. hiks

    Tapi bismillah deh, aku lagi pengen target nulis 2 hari sekali. Biar ga sia-sia ini tiap taun bayar hosting wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangaaat... Semoga lancar targetnya! Menulis 2 hari sekali pasti bisa laaah...

      Delete

Saya akan senang sekali jika kalian meninggalkan komentar, tetapi jangan anonim ya. Komentar dari anonim—juga komentar yang menggunakan kata-kata kasar, menyinggung SARA, dan spam—akan saya hapus. Terima kasih sebelumnya.