Motivasi Menulis Blog

Beberapa hari yang lalu seorang teman Plurk bertanya apa motivasi saya menulis blog. Barangkali ia bertanya seperti itu karena saya sering bercerita di Plurk tentang saya menulis setiap hari di blog. Saya juga kerap membagikan tulisan terbaru blog ini di Plurk. 

Pertanyaan itu bisa dimengerti mengingat blog sudah melewati masa keemasannya. Sekarang sepertinya orang-orang lebih ramai di YouTube, TikTok, Twitter, Facebook, dan Instagram. Saya tidak punya angka pastinya karena ini hanya pengamatan sekilas saja. 

Kembali ke pertanyaan teman Plurk tersebut. Saya juga heran kenapa saya masih menulis di sini. Kalau dibilang jangan-jangan saya mendapatkan uang, maka jawabannya tidak. Blog ini tidak menghasilkan uang. Saya tidak memasang adsense atau apapun yang sejenis. Tawaran untuk endorse atau paid review juga sudah tidak pernah saya terima lagi karena seringnya saya mengabaikan permintaan yang datang ke surel. Jadi, jelas kalau uang bukan motivasi saya di sini. 

Kalau dibilang suka menulis, mungkin iya. Hanya saja kok rasanya berat ya dibilang begitu. Soalnya, saya belum pernah punya karya dalam bentuk buku. Mengirim tulisan ke surat kabar, majalah, atau media daring lain juga belum pernah saya lakukan. 


Photo by Miguel Á. PadriΓ±Γ‘n from Pexels 


Barangkali motivasi terbesar saya tetap menulis blog adalah untuk merawat kenangan. Seperti yang sering saya sampaikan berkali-kali di sini bahwa saya memperlakukan blog ini sebagai catatan personal di internet. Blog ini tempat saya mencatat berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidup saya--penting maupun tidak. Bertahun-tahun dari sekarang--entah itu 5, 10, puluhan tahun lagi--saya bisa kembali ke blog ini membaca ulang dan mengingat kembali kejadian-kejadian di dalam hidup. Dan juga saya berharap blog ini bisa menjadi kenang-kenangan untuk keluarga yang saya tinggalkan dan siapa saja yang cukup peduli dengan saya di saat saya nanti sudah tidak ada. 

Motivasi berikutnya mengapa saya tetap menulis di blog adalah karena menulis membuat saya terus belajar. Bukan tanpa alasan kenapa saya memberi nama blog ini Kimi's Akademos. Saya suka belajar dan saya menjadikan blog ini sebagai ruang saya untuk belajar. Blog ini juga sebagai pengingat buat saya untuk jangan pernah berhenti belajar. Belajar tentang apa saja, belajar kepada siapa saja, dan belajar di mana saja. 

Dari motivasi belajar membawa saya ke motivasi berikutnya, yaitu berbagi. Saya inginnya dari apa yang sudah saya dapatkan dari pembelajaran tersebut bisa saya bagikan ke teman-teman semua melalui blog ini. Tidak harus berbagi yang rumit-rumit. Bisa sesederhana wawasan baru yang saya dapat dari membaca buku atau nonton film. Atau, dari hasil mengobrol dengan teman, seperti dengan Meutia, misalnya. Karena katanya dengan berbagi, ilmunya bisa lebih menempel di otak. 

Terakhir--ini barangkali motivasi paling receh--biar saya tidak sia-sia amat sudah membayar domain blog ini setiap tahunnya. 😁

Kalau kalian, apa motivasi kalian tetap mengeblog sampai saat ini? 

18 comments

  1. Alasan saya masih ngeblog sampai saat ini...
    Saya sudah jatuh cinta pada blog.

    Tidak ada alasan yang lebih kuat dari itu. :D

    ReplyDelete
  2. Kalau saya masih ngeblog hanya untuk menyimpan kenangan dalam bentuk tulisan, dan mungkin seru rasanya kalau sudah tua nanti bisa dibaca kembali semua kenangan itu.

    ReplyDelete
  3. Yup bener banget buat merawat kenangan, meskipun yg baca cuman diri sendiri wkwk ✨ btw salam kenal kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo. Salam kenal juga ya. Terima kasih sudah mau mampir ke blog ini.

      Delete
  4. Kalau saya masih ngeblog meskipun sekarang menulis sesuai mood hanya sekedar melepas opini opini pribadi yang belum tersampaikan secara nyata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak apa-apa. Yang penting tetap menulis. Kalau kata Uda Ivan di sini, menulis bisa membuat pikiran menjadi lebih tertib.

      Delete
  5. Kak Kimi, masih main Plurk?! Di sana masih ramai orang Indonesia kah? Terakhir Plurk-ku sepi banget jadi aku delete accountnya 😭. Terus aku jadi penasaran, Kak Kimi suka nulis journal harian/diary nggak? Agak OOT tapi aku pribadi jadi jarang menulis hal personal di blog karena kebanyakan udah dipindah ke journal πŸ˜‚. Suka bingung mau nulis apa di blog soalnya bahan tulisan udah dipindah ke journal wkwk
    Tapi aku suka menulis di blog karena aku suka lingkungannya~ zen banget dan slow living mode kalau di blog hahaha, nulis di blog juga lebih enak karena ruang menulisnya lebih luas dan archivenya lebih rapih, mudah diaksesnya dan mudah dicari sama orang lain. Kalau baca cerita personal, aku jauh lebih suka baca blog daripada media lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih main Plurk dong. Teman-temanku masih ramai di Plurk. Memang gak banyak dan mereka adalah Plurkers lama gitu. Yuk, main lagi di Plurk. Add aku aja, terus nanti aku kenalin kamu ke teman2ku. :D

      Aku nulis jurnal harian, tapi nulisnya di Journey. Tapi, aku jarang nulis di sana. Malah aku lebih rajin menulis di blog ini ketimbang di Journey. Hahaha... Palingan aku nulis di Journey kalau memang rahasia banget atau mau curhat banget atau mau marah/sedih banget yang gak bisa aku share di publik. Atau ya sesederhana nulis kegiatan sehari-hariku yang membosankan, yang gak layak untuk ditulis di blog, baru aku nulis di Journey. Wkwkwk.

      Iya, di blog sekarang memang lebih zen. Tetapi, mungkin itu juga tergantung dari blog yang kamu baca. Duluuu banget pernah ada masanya blog juga riuh banget seperti Twitter atau IG sekarang.

      Dan alasanmu suka menulis di blog, sama juga dengan alasanku. Yang aku suka dari blog, dia memang pengarsipannya rapi. Gampang banget buat nyari tulisan lawas. Mau menulis sepanjang apapun bisa dan jatuhnya lebih nyaman. Ketimbang bikin tret panjang2 di Twitter atau bikin caption panjang di IG, buatku itu lebih melelahkan buat dibaca. Capek scrolling-nya, bo'. Wkwkwk.

      Delete
  6. Buat saya blog itu kayak rumah, sementara sosmed ya cuma tempat nongkrong aja. Memang lebih sering di sosmed, tapi kalau sudah capek ya pulangnya ke blog. Ibaratnya mau jungkir balik di blog nggak mikir-mikir soalnya jarang yang main ke blog.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Sepertinya sekarang ini di blog memang terasa lebih nyaman. Barangkali blog sudah tidak ramai lagi ya. Jadi tulisan kita di blog bakal jarang viral. 🀭

      Delete
  7. Setuju banget sih, blog itu sekarang macem galeri kehidupan. Suatu saat akan jadi kenangan di masa tua. Atau mungkin saat kita telah tiada, anak cucu kita kelak akan membaca isi blog kita seraya berkaca-kaca.

    (Dengan catatan, hostingnya bayar dulu buat 25 tahun ke depan wkwkwkw)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk. Benar. Aku mau bayar domain langsung buat bertahun-tahun ke depan kayaknya gak bisa. Jadinya cuma bisa bayar tiap tahun buat perpanjangan.

      Delete
  8. Dulu aku ngeblog ngejar views mba, posting tentang materi-materi sekolah, dkk biar viewsnya banyak terus dapet cuan via adsense. Cuma makin kesini udah ketemu nyamannya dimana, sparksnya apa. Views jadi cuma sekedar angka 😁.. Ngeblog jadi saran jurnaling juga meskipun ya nggak bisa intense tiap hari post.

    Setuju sih sama Lia. Blog tuh Zen banget. Santuyyy istilahnya. Mungkin iya karena bacaan aku cenderung yang yaaahh jauh dari kata Hingar-Bingar dunia 😚. Meskipun beberapa tulisan ada yg soal sudut pandang, tapi penulisnya cenderung terbuka dan nggak julid juga. wkwk 🀣 Jadi asyik ngobrolnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga pernah tuh ngeblog demi ngejar views biar bisa pasang adsense dan dapat tawaran paid review. Tapi, sampe sekarang adsense ku ditolak dan gak pernah lagi ada tawaran paid review.

      Tapi memang lebih enak ngeblog tanpa mikirin views sih. Jadi lebih ngerasa bebas dan gak pusing mikirin SEO.

      Delete
  9. Keren loh alasannya..."merawat kenangan". Kalau dipikir-pikir sebuah profesi itu baru teruji saat itu tidak lagi berada di masa keemasan. Dalam hal ini menulis. Orang sudah banyak lari ke visual.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, orang sekarang lebih tertarik ke video gitu ya. Aku kalau mau ikutan bikin video gitu kayaknya gak sanggup. Malas rekamannya, ngedit videonya, dll. Plus, aku juga gak pede ngomong depan kamera. Jadi, yang cocok buatku memang blog. :D

      Delete

Saya akan senang sekali jika kalian meninggalkan komentar, tetapi jangan anonim ya. Komentar dari anonim—juga komentar yang menggunakan kata-kata kasar, menyinggung SARA, dan spam—akan saya hapus. Terima kasih sebelumnya.