gambar dari sini
Hingga bertahun-tahun kemudian, tepatnya setelah saya pindah ke Jakarta untuk bekerja, tiba-tiba saya teringat memori sepupu saya dengan kain kristiknya. Saya pun iseng membuka loka pasar dan memilih-milih kain kristik untuk dicoba. Sebagai pemula, saya memilih paket kain kristik yang sudah ada pola, benang, dan jarum.
Ternyata saya menikmati kristik. Buat saya, kristik jauh lebih mudah ketimbang knitting, crocheting, atau menyulam, yang ketiga-tiganya sampai hari ini belum ada kesampaian untuk saya belajar karena saya sudah keder duluan. Namun, seperti biasa, saya berhenti melanjutkan kristik setelah menyelesaikan satu pola. Lalu, mengkristik lagi. Lalu, berhenti lagi.
Belakangan, saya ingin kembali bermain dengan kristik. Mungkin saya ingin membangkitkan lagi hobi saya ini. Lebih baik saya sibuk mengkristik ketimbang saya stres buka-buka X atau doomscrolling tanpa henti membuka TikTok atau media sosial lain.
Dan inilah proyek kristik saya saat ini:
proyek kristik baru mulai
Lucunya, saat saya mengkristik beberapa saat lalu, entah kenapa saya tiba-tiba ingin menelepon ibu saya. Mungkin alam bawah sadar saya teringat dulu sewaktu ibu saya masih hidup, setiap hari saya menelepon video beliau untuk memberitahu perkembangan kristik saya sudah sampai mana. Untung saja saya segera teringat bahwa ibu saya sudah tidak ada. Dan untungnya saya tidak berlarut-larut dalam kesedihan karena tidak bisa menelepon ibu saya.
Karena saya percaya ibu saya pasti selalu tahu perkembangan terbaru proyek kristik saya.


Wah iya, pertama kenal kristik pas masih SD kelas 4, cuma tahan setahun habis itu males wkwk
ReplyDeleteMungkin ini saatnya untuk mengkristik lagi? :D
DeleteYeay. Rencananya bulan depan aku baru mau mulai mengkristik.
ReplyDeleteAsyiiik... Semoga suka dan menikmati kristik, ya!
Delete