Sunday, April 16, 2017

# my song

AriReda dan Musikalisasi Puisi

Jangan pernah tanya puisi ke saya. Karena saya tidak pernah bisa mengerti puisi. Saya tidak tahu di mana letak indahnya sebuah puisi. Apa makna dari setiap katanya? Apa makna dari sebuah puisi yang utuh? Entahlah.

Akan tetapi, saya suka musikalisasi puisi. Saya baru bisa memaknai puisi ketika dia dinyanyikan. Di sini saya baru bisa menikmatinya apalagi jika dinyanyikan oleh duo AriReda.

Pertama kali mendengar musikalisasi puisi sewaktu saya masih kuliah di Depok. Saya lupa siapa yang pertama kali mengenalkan AriReda ke saya. Yang saya ingat saya langsung jatuh cinta dengan duo AriReda begitu mendengar Aku Ingin, puisi Sapardi Djoko Damono. Sejak saat itu saya selalu mendengarkan mereka.



aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


Salah satu teman kuliah saya berbaik hati memberikan CD album pertama AriReda Becoming Dew, yang dengan bodohnya saya hilangkan. Begitu diberi album AriReda saya senang bukan main! Sejak saat itu Ari dan Reda menemani saya selalu, seperti saat-saat saya begadang mengerjakan tugas kuliah, baca buku, atau kapan pun saya ingin mendengarkan mereka. Saya putar terus semua lagu di album tersebut setiap malam yang anehnya saya tidak pernah bosan meski diputar terus-terusan.

Saya suka cara AriReda menerjemahkan puisi yang mereka musikalisasi. Puisi-puisi yang mereka nyanyikan terasa lebih syahdu. Dan menyayat perih. Terkadang mereka bisa menenangkan, namun tak jarang mereka membuat dunia terasa akan runtuh dalam sepuluh detik ke depan.

Saya bisa menikmati karena bisa jadi saya cocok dengan musik yang mereka bawakan. Musik mereka itu termasuk selera saya. Musik mereka sederhana -- hanya terdiri dari vokal dan petikan gitar -- tetapi pada saat yang bersamaan terasa sangat mendalam dan menyentuh. Suara Reda sangat menyihir dan petikan gitar Ari bisa membuat kita terhanyut. Belum lagi ketika suara mereka melebur dalam harmonisasi. Ah, indahnya!

Penggemar: Kim, tunggu, tunggu... AriReda ini siapa sih? Kok kami belum pernah dengar?

Oh iya, saya lupa menjelaskan ya. Mohon maaf.

AriReda adalah duo vokal yang terdiri Ari Malibu dan Reda Gaudiamo. Duo ini sudah terbentuk sejak tahun 1982. Awalnya mereka menyanyikan lagu balada. Baru pada tahun 1987 mereka memusikalisasi puisi setelah "diterjunkan" oleh Sapardi Djoko Damono dan Fuad Hassan. Sejak saat itu mereka lebih dikenal sebagai duo vokal dengan imej musikalisasi puisi.

Meski sudah terbentuk sejak 1982, tetapi mereka baru bikin album perdana di tahun 2007. Album ini mereka beri judul Becoming Dew. Di album tersebut berisi puisi-puisi dari Sapardi, seperti Aku Ingin, Hujan Bulan Juni, dan Kartu Pos Bergambar Jembatan Golden Gate San Fransisco. Delapan tahun kemudian mereka meluncurkan album kedua berjudul Menyanyikan Puisi. Di album kedua ini mereka menyanyikan puisi dari Goenawan Mohammad, Sapardi, hingga puisi berusia ratusan tahun dari Mozasa (nama pena dari Muhammad Zain Saidi) berjudul Kupu-Kupu (1913).


Lihat kupu-kupu ria-gembira,
Kemilap kepaknya ditimpa panas.
Terbang keliling tergila-gila,
Meninjau bunga pelepas rindu.

Mata mengawas dengan hematnya,
Pandang ia melayang ke bawah,
Perlahan-lahan menahan hatinya
Jangan tersentuh kasih angsoka.

Lenyap segala daun-daunan,
Asyiklah makhluk terlena-lena
Didaduhkan hati masing-masing.

Tinggallah aku jauh terpencil,
Senantiasa mengharap sari asmara,
Tak bosan berdo’a kepada Tuhan.


Bagi yang penasaran saya persilakan teman-teman untuk tekan tombol play di atas. Semoga teman-teman bisa mengerti kenapa saya menyukai AriReda. Dan, jika teman-teman lebih jauh ingin mengenal mereka saya sudah bikin playlist mereka. Saran saya, cobalah dengar baik-baik Aku Ingin dan Di Restoran. Selamat mendengarkan!




p.s.: Di tulisan yang ini saya menulis bahwa saya bukan fans dari penyanyi, grup musik, boyband atau girlband manapun. Selama lagunya enak, asyik didengar, dan liriknya indah, pasti saya suka. Siapapun penyanyinya dan apapun jenis musiknya. Sekarang saya sudah bisa bilang -- setelah butuh waktu sekian tahun untuk sadar -- bahwa saya adalah fans AriReda.

17 comments:

  1. Wah menarik ya, musikalisasi puisi ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Menarik banget. Aku suka mendengarkan musikalisasi puisi dari AriReda. :)

      Delete
  2. aku sama kayak kamu, gak ngerti puisi :)))

    ReplyDelete
  3. Saya jadi penikmat Arireda di blog Kimi, sambil mbaca, sambil dengerin. Saya baru tau mereka sekarang *dasar penikmat musik radio kebanyakan, begitu frekuensinya ganti, udah lupa musiknya :D *

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi, bagaimana kesannya setelah mendengar AriReda? Bagus kan? 😁

      Delete
  4. Aku ikutan tos, kak Kimi :P
    Aku gak ngerti puisi, pernah coba bikin tapi kok aneh. Jarang juga dengerin radio *haha flat banget ya hidupku wkwk* tapi barusan dengerin AriReda, leh ugakkkkk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kaaaan bener kaaaan.... AriReda memang leh uga.

      Delete
  5. Karyanya Luar Biasa .... salut buat AriReda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya juga salut dengan mereka. 35 tahun berkarya konsisten di musikalisasi puisi.

      Delete
  6. Saya... sepertinya juga nggak paham puisi. Apalagi puisi modern. Pas sekolah dulu saya pernah dapat PR bikin puisi bebas (atau puisi modern), terus nggak dapat ide. Saking pusingnya akhirnya saya menulis lirik lagu salah satu film kartun yang soundtracknya sudah dibahasaindonesiakan.


    ...Dapet nilai 90.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku jadi penasaran sama puisi kamu itu. =))

      Delete
  7. sama kak. ku juga ngga paham puisi. tapi kalo dinyanyikan jadi bisa lebih ngerti.

    kalo aku, album musikalisasi puisi malah taunya dari album Poetry Battle 1 dan Poetry Battle 2 dari JHF (Jogja Hiphop Foundation) yang kebanyakan menggunakan puisi dalam bahasa Jawa..

    mungkin karena sama-sama Jawa, jadi terasa lebih snob gitu deh~ ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, gitu. Tidak nasionalis kamu, Kak! :P

      Delete
  8. Lagu aku ingin itu sdh lama banget ya. Dulu seneng denger lagu itu, tp aseli baru tau nama penyanyinya hbs baca tulisanmu ini je

    ReplyDelete
  9. Sudah pernah dengar lagu-lagu Ebiet G. Ade kah? Siapa tahu cocok.. :)

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;