Saturday, August 29, 2020

Cipta Karya

Ketika saya mengetik ini di sore hari, cuaca di luar cukup terik. Jendela kamar saya buka biar udara tidak begitu gerah. Maklum, kamar kos saya tidak pakai AC. Kamar saya hanya bermodalkan kipas angin. Mau tinggal di kosan yang pakai AC apa daya gaji pegawai kecil seperti saya tidak sanggup untuk membayarnya. Jadi saya sudah harus cukup puas dengan kipas angin saja. Untungnya jendela kamar cukup lebar sehingga kamar tidak pengap-pengap banget.

Di tengah cuaca yang terik begini, saya kok kepikiran ingin meng-update blog. Tulisan terakhir di awal bulan ini tentang rangkuman buku teks kuliah Psikologi Sosial bab 13 berjudul "Konflik dan Berdamai" dan sudah sebulan lebih sejak terakhir saya menceritakan kondisi saya. Alhamdulillah, kondisi saya masih baik. InsyaAllah terus membaik. Akan tetapi, tulisan kali ini bukan membahas kondisi saya, melainkan saya ingin berbagi cerita perihal yang lain.

Sebuah cerita tidak penting. Yah, harap maklum karena blog ini adalah blog personal jadi isinya kebanyakan hal remeh-temeh. Suka-suka saya saja sebagai pemilik blog mau diisi apa.

Jadi, ceritanya laptop saya yang lama rusak. Laptop tersebut sudah menemani saya sejak 8 Desember 2011 (saya masih menyimpan nota pembeliannya) dan saya beri nama Sophie. Sebenarnya performanya sudah membaik sejak di-install ulang oleh kakak saya, Om Galesh (kakak, tapi saya panggil "Om"? Sudah kebiasaan.). RAM-nya di-upgrade sehingga dia bisa ngebut dan lancar jaya beroperasi macam di jalanan Jakarta pas musim libur lebaran. Permasalahannya tinggal di baterai saja. Saya hanya perlu membeli baterai baru maka bisa jadilah ia laptop lama rasa baru. Namun, sayangnya, saya malas beli.

Maka saya tetap memakai laptop lama saya dengan baterai lamanya. Alhasil, harus dicolok pengisi dayanya selama pemakaian karena jika tidak laptopnya akan mati. Sampai suatu ketika Sophie tiba-tiba mati sendiri. Dia mati begitu saja tanpa ada kabar berita sebelumnya. Halah, lebay.

Masih bisa dinyalakan dan digunakan, tetapi masih suka mati sendiri dengan tiba-tiba. Tentu saja ini sangat mengganggu kenyamanan. Apalagi saya sedang membuat proposal tesis. Saya ada rencana mau kuliah lagi kalau jadi. Sambil menunggu pendaftaran dibuka, bikin proposal tesisnya saja dulu. Kalau jadi lho ya. Kalau saya masih berminat kuliah.

Well, anyway, laptop yang tiba-tiba suka mati sendiri itu tentu tidak asyik di saat kita sedang fokus bekerja. Apalagi ditambah saya ada rencana buat kuliah lagi tentu akan makin tidak nyaman selama perkuliahan ditemani laptop yang hobinya mati sendiri. Selalu ada opsi untuk ke tukang servis, tetapi saya butuh segera karena pendaftaran sebentar lagi dibuka dan proposal tesis ini harus segera selesai karena ia merupakan salah satu syarat pendaftaran. Jadi, opsi paling cepat adalah beli laptop baru.

Sebenarnya ini adalah justifikasi. Bilang saja saya bosan dengan laptop lama dan ingin punya laptop baru. Kalau kata Om Galesh, sih, sebagai obat depresi. Dan sebagai salah satu cara saya dalam membantu perekonomian negara, so, yeah, I bought myself a new laptop.

Dua hari yang lalu, yaitu hari Kamis tanggal 27 Agustus 2020, saya ditemani Om Galesh pergi ke Mall Ambasador. Kami langsung menuju gerai Kliknklik. Awalnya saya ingin membeli Asus A412DA-EK353T sesuai saran Om Galesh. Berhubung saya buta banget urusan laptop, jadi saya nurut saja apa kata Om Galesh.

Sayangnya, pas kami ke sana kata Mas-mas pegawainya bilanh laptop tersebut sudah tidak ada lagi. Jadinya saya ditawarkan yang Asus M409DA-EK302T. Spesifikasinya:
1. AMD Ryzen™ 3 3200U-2.6Ghz upto 3.5Ghz
2. RAM 4GB
3. HDD 1TB, FingerPrint
4. VGA AMD Radeon™ Vega 3 Graphics
5. Display 14" FHD
6. Windows 10 Home

Spesifikasi lengkapnya bisa teman-teman lihat di sini

Berhubung Om Galesh bilang oke, ya sudah saya beli saja. Saya memang bagaikan kerbau dicucuk hidungnya. Asal manut.

Saya beli dengan harga Rp6.099.000 + Rp200.000 untuk pelindung body dan layar, juga keyboard. Totalnya Rp6.299.000. Baru saja saya cek di toko online Kliknklik, harganya Rp5.600.000, ternyata lebih murah Rp500ribu. Lumayan banget selisihnya. Ya sudahlah tidak apa-apa. Tidak perlu disesalkan. Nasi sudah menjadi bubur. Mau ditangisi juga tiada berguna. 


bukti laptop baru
fotonya sungguh tidak estetis. biarlah.


Laptop baru ini saya beri nama Cipta Karya. Terinspirasi dari dr. Tjipto Mangoenkoesoemo. Beliau diberi nama Tjipto agar menciptakan sesuatu. Saya memberi nama Cipta Karya dengan harapan yang sama, supaya laptop ini bisa menciptakan sesuatu, misalnya tesis. Yah, minimal ia pasti akan menciptakan tulisan-tulisan di blog ini dan di blog buku saya

Jadi demikianlah tulisan perdana pakai Cipta Karya. Harapan saya semoga dengan hadirnya Cipta akan membuat saya semakin rajin menulis blog. 

So, sampai jumpa di tulisan berikutnya, teman-teman!
Share:

4 comments:

  1. Ini saya komen pake laptop yang dibeli tahun 2012.., setahun lebih muda lah :D

    ReplyDelete
  2. Say hello pada CIPTA KARYA!
    Namanya mirip Undang2, tapi gapapa. Yg jelas, filosofinya mantuuullll bgt nih, Kimi bakal menCIPTAkan banyak KARYA dgn ditemani sang soulmate ini kan?

    Bismillah, semogaaaa perjalanan menuju kuliah S2 lancar jayaaaa!

    PS: btw, sophie gimana kabarnya? masih disimpan atau dijual?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sophie masih disimpan. Ada rencana buat diservis. Siapa tau masih bisa diselamatkan.

      Delete

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;