Thursday, February 18, 2021

Random #38

Random 1.



The Jakarta Post menurunkan biaya paket berlangganan Premium Digital-nya. Dari yang tadinya Rp139.000/bulan menjadi Rp50.000/bulan. Paket Premium Digital ini bisa dinikmati di website dan di aplikasi iOS/Android. Saya kurang tahu apakah ini harga berlangganan baru atau hanya sampai periode tertentu saja.


klik gambar untuk memperbesar
info lebih lengkap ada di sini



Sudah banyak kita dengar media cetak dan online yang megap-megap membiayai operasionalnya. Mengandalkan dari iklan saja atau dari berlangganan saja ternyata tidak bisa menutup kekurangan biaya operasional. Sementara perusahaan besar macam Facebook dan Google bisa mendapatkan uang banyak dari hanya membagikan tautan media. Di Australia sampai bikin undang-undang media yang memaksa perusahaan seperti Google dan Facebook untuk membayar konten berita yang muncul di mesin pencari atau yang dibagikan.

Semacam tidak adil kan media membuat konten berita, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari konten mereka yang dibagikan oleh Google dan Facebook, sementara kedua perusahaan raksasa tersebut mendapat uang yang lebih banyak. Padahal, kalau kata Om Galeshka, untuk membuat jurnalisme yang baik dan bagus itu tidak murah.

Dengar-dengar sih Google sudah mencapai kesepakatan dengan media di Prancis dan Australia untuk bayar sekian ratus juta US dollar totalnya. Sementara Facebook mengambil langkah berbeda. Facebook memblokir konten media dan lembaga pemerintah Australia. Wk, Facebook. What a joke.

Well, anyway, berhubung biaya berlangganannya sedang murah dan dalam rangka mendukung good journalism, saya pun berlangganan The Jakarta Post. Bayarnya bisa pakai GoPay juga ternyata. Ntabs, Gan! 

Random 2.

Sepertinya saya ini orangnya impulsif. Sudah berlangganan The Jakarta Post dengan alasan yang sungguh mulia, saya juga berkontribusi -- berkontribusi ya, bukan berlangganan -- menyumbangkan sejumlah dana ke The Guardian. Tidak banyak nominalnya. Karena mau banyak-banyak juga saya belum mampu. Again, for the sake of good journalism.

Random 3.

Masih belum puas dengan The Jakarta Post dan The Guardian, saya juga berlangganan Kompas. Seorang teman Plurk, Mas Danang, mengajak saya untuk berlangganan bareng Kompas digital dengan biaya yang murah. Kurang lebih Rp50.000 per tiga bulan. Ajakan yang langsung saya sambut dengan sukacita.

Kompas mengingatkan saya akan almarhum ayah saya. Membaca Kompas seperti melakoni nostalgia. Saya meniti kembali jalur memori. Ada ayah saya yang membaca Kompas cetak setiap hari, lengkap dengan sarungnya, dan sambil tiduran di kasurnya. Saya sebagai anak yang menyaksikan pemandangan ini setiap hari tentunya jadi penasaran dengan Kompas. Ini koran apa sih? Dan saya pun ikut-ikutan membaca Kompas meski yang saya baca hanya rubrik artisnya saja karena, yeah, hanya itu topik yang saya paham pada saat itu. Ha, ha.

Dan membaca kembali Kompas membuat saya merasa dekat dengan Papa. Seolah-olah Papa ada di samping saya dan kami baca koran bareng. Well, ternyata benar kata orang-orang bahwa terkadang kita membeli suatu barang atau jasa hanya karena memori yang ditawarkan. Sungguh sentimentil.

Random 4.

Sejak berlangganan The Jakarta Post dan Kompas Digital, juga setelah berkontribusi yang tidak seberapa itu ke The Guardian, saya membangun kebiasaan baru. Di pagi hari saya menyisihkan waktu untuk membaca ketiga media online tersebut. Di malam hari juga, sebelum tidur saya menyempatkan diri baca dua atau tiga berita yang menarik. Sesekali saya baca Tirto.

Random 5.

Ngomong-ngomong, dulu sewaktu saya masih kecil hingga remaja, membaca berita dari media keren, seperti Kompas dan Tempo, membuat saya bercita-cita ingin menjadi seorang jurnalis. Begitu sadar saya orangnya tidak cukup persisten -- dengan kata lain saya orangnya mageran. Membayangkan saya harus lari ke sana ke mari mengejar narasumber sudah bikin saya lelah duluan. -- dan saya tidak pandai menulis sesuai kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau membuat tulisan yang menarik untuk dibaca, saya jadi tahu diri. Kemudian sempat saya berkhayal bisa menulis di kolom Opini Kompas, again, saya tahu diri. Ya sudah lah saya jadi narablog saja. Di mana kalau di blog saya bebas menulis dengan gaya semau-mau saya. 

Random 6.

Coba mari kita hitung saya sudah berlangganan apa saja:
1. Gramedia Digital Premium
2. Microsoft Office 365 Family Premium
3. Spotify Family Premium
4. YouTube Family Premium
5. Netflix
6. Disney+ Hotstar
7. Kompas.id Digital
8. The Jakarta Post
9. Kaspersky Internet Security for Android
10. Muslim Pro

Wk. Banyak juga ternyata. Sebagian besar saya berlangganan dengan sistem patungan. Harganya lebih murah, cuy, ketimbang yang personal. Sharing is caring, my friend. 

Tinggal berlangganan antivirus buat laptop saja nih yang belum. Sedang menunggu antivirus rekomendasi dari Om Galeshka nih. Kalau paket berlangganannya ada yang bisa sharing dan harganya terjangkau, saya mau deh. 

Random 7.

Di suatu tengah malam buta, saya tidak bisa tidur. Sambil menunggu kantuk, saya bertindak kompulsif. Saya merapikan labels (kalau di WordPress, labels ini setara dengan kategori) yang ada di blog ini. Labels yang sudah lawas, saya hapus. Ada labels yang saya ganti dengan labels baru. Labels yang tidak rapi penulisannya, saya rapikan. Sekarang labels di blog saya yang tercinta ini menjadi lebih rapi. Saya jadi senang melihatnya dan jadi tetap semangat buat menulis blog. Dan sekarang saya tergoda untuk mengganti tema blog. Saya sudah mulai bosan dengan tema blog yang sekarang.

UPDATE:

Tema blog sudah saya ganti. Sampai rela begadangan cuma buat mencari tema yang cocok di hati. Semoga kalian suka juga ya dengan tema baru ini!

Random 8.

Masya Allah, bulan ini saya boros sekali. Saya banyak jajan tidak penting. Ini baru hari kedelapan belas di bulan Februari, tapi biaya jajan sudah membengkak di luar anggaran. Mulai besok saya tidak boleh jajan yang mahal-mahal lagi. Tidak ada GoFood atau makan enak di luar. Saatnya mengencangkan ikat pinggang sampai bulan depan. Ehm, tidak boleh GoFood dan makan enak di luar? Berarti jajan Piattos atau makaroni Alfamart masih boleh dong?

Random 9.

Akhirnya, setelah tiga belas tahun blog ini hadir, seribu satu tulisan sudah dihasilkan. Meski tidak semuanya saya publish. Tadinya semua tulisan di blog ini saya tayangkan hingga suatu ketika saya membaca ulang tulisan-tulisan dari jaman jebot. Haduh, sumpah mati saya malu sendiri bacanya. Kalau saya yang menulisnya saja malu, apa kabar kalian yang baca ya? Barangkali kalian jijik. Ha, ha.

Maka jadilah dari seribu satu tulisan yang ada, 729 di antaranya tetap bisa kalian nikmati, sementara sisanya ada 272 tulisan yang saya simpan saja menjadi draft. 

Penggemar: Tidak apa-apa tahu, Kim, tulisanmu tetap tayang semuanya. Anggap saja tulisan-tulisan lamamu itu sebagai sebuah pengingat bahwa dulu kamu pernah alay. Kemudian, kamu berkembang. Tulisanmu pun ikut berkembang. Siapa tahu ada penggemar barumu yang belum pernah tahu dulu kamu se-alay dan se-lebay apa.

Ehm, baiklah. Suatu saat nanti saya keluarkan semuanya dari daftar draft. Nanti lho ya. Entah kapan. Dan saya tidak janji.

Random 10.

Saya telah meng-update tulisan saya yang ini. Hanya sebuah pemberitahuan bahwa saya mengganti nama laptop saya menjadi Tony Stark. Seperti yang sudah saya jelaskan di sana -- dan akan saya tuliskan kembali di sini -- saya mengganti nama dari Cipta Karya menjadi Tony Stark dengan alasan: 

Karena setelah dipikir-pikir, nama sebelumnya mirip-mirip dengan salah satu nama undang-undang. Malas banget. Dan mirip dengan salah satu ditjen kementerian. Jadi tambah malas.

Nama Tony Stark sendiri saya pilih karena saya cinta Tony (thanks to Robert Downey, Jr.). Tidak berharap laptop saya suatu saat bakal secanggih teknologi mutakhir dari Stark Industries sih, tapi tujuannya hanya karena biar saya selalu dekat dengan Tony. Saya tidak jadi mengabadikan nama Bruno seperti yang sebelumnya sempat saya ceritakan di sini karena saya sudah mulai terbiasa Bruno tidak bersama kami lagi.


Wallpaper laptop saya


Random 11.

Sudah tua begini ternyata saya baru menyadari bahwasanya genre bacaan dan genre film favorit saya yang nomor satu adalah fantasi. Yang ternyata, setelah saya telusuri akun Goodreads saya, baru sedikit buku fantasi yang saya baca. Jadilah tahun 2021 ini saya menargetkan untuk lebih banyak membaca buku bergenre fantasi. 

Sampai pertengahan Februari sekarang ini, sudah dua seri fantasi yang saya tamatkan, yaitu seri Miss Peregrine's Peculiar Children dan seri Artemis Fowl. Resensi semua buku Artemis Fowl sudah saya tulis di Blog Buku Kimi. Sekarang saya sedang dalam misi menamatkan dua buku terakhir dari seri The Witcher. 

Random 12.

COVID-19 ini semakin lama semakin mengerikan. Baca-baca berita dan mendengar desas-desus di luar sana membuat saya semakin ketakutan. Saya jadi tidak berani untuk keluar kos kalau tidak penting-penting banget. 

Saya yang kemarin sempat lalai untuk jaga diri dan kesehatan, untungnya segera tersadarkan. Saya yang sempat beberapa waktu tidak minum madu, multivitamin, dan makan buah, kali ini saya kembali melakukan semuanya. Saya baru saja beli madu pahit hutan 1L. Sekarang saya sedang menghabiskan sisa Redoxon yang ada. Kalau sudah habis, saya sudah menyiapkan Blackmores Multivitamins + Minerals untuk saya konsumsi selama empat bulan (satu botol isinya 120 tablet dan diminum satu tablet setiap harinya). Saya juga selalu sedia buah-buahan.

Saya juga berusaha untuk tidur teratur. Paling telat pukul sebelas malam saya sudah tidur. Sayangnya, saya masih kurang olahraga. Itu saya akui. Saya malas sekali buat olahraga. Saya maunya rebahan saja di kasur. 

Semoga tahun 2021 ini bisa saya lalui dengan selamat dan sehat. Amin.

Ya sudah. Demikian dulu tulisan random kali ini. Kapan-kapan saya menulis random lagi.
Share:

2 comments:

  1. Ini yang aku sukaaakkk dari blog ini
    Bahkan se-random apapun, teteuppp ada "value" yg aku dapatkan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, Mbak Nurul... Aku jadi malu. Makasi loh ya...

      Delete

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;