Thursday, December 30, 2021

Daftar Serial yang Ditonton #7

Tiga bulan berselang sejak rekap serial terakhir, saya sudah nonton sebelas serial. Tidak usah banyak berbasa-basi ya, mari kita langsung saja membahas serial apa saja yang sudah saya tonton.


1. Heroes (2010, musim keempat)

Sudah semangat akhirnya bisa nonton Heroes musim terakhirnya setelah tertunda entah berapa tahun, sayangnya, semangat harus jadi kendur setelah satu episode demi episode habis. Selesai nontonnya, perasaan saya jadi campur aduk. Antara sedih, kecewa, dan senang, tapi proporsi senangnya sedikit saja.


lupa tadi ambil posternya dari situs web apa


Jadi, di musim keempat ini penjahatnya bukan Sylar (Zachari Quinto) lagi, tapi Samuel Sullivan (Robert Knepper). Sylar mengalami pergolakan batin sejak dia jadi Nathan Petrelli (Adrian Pasdar) dan masuk ke dalam kepala Matt Parkman (Greg Gunberg). Di satu sisi saya senang Sylar bertobat dan ingin menjadi lebih baik. Akan tetapi, di sisi lain Heroes jadi kurang geregetnya karena Samuel tidak ada seujung kukunya Sylar dalam hal kebengisan. Dulu saya ngebet banget dan rela begadangan nonton Heroes karena deg-degan, tegang, dan penasaran sama Sylar. What would Sylar do next? Whom he will kill next? Tapi, Samuel tidak sekejam itu.

Saya sudah menulis reviu singkat di akun Twitter saya, jadi saya tidak akan menulis ulang.


2. Clickbait (2021, mini series)

Sempat ramai di Twitter yang akhirnya membuat saya penasaran untuk nonton. Apalagi banyak yang bilang plot twist-nya bikin kaget. Pas nonton, ya memang betul saya dibuat teraduk-aduk perasaannya, sebagian besar karena bingung. Sempat benci sama Nick Brewer (Adrian Grenier), tapi lama-lama kok jadi kasihan... Ikut main tebak-tebakan juga siapa pelakunya dan seperti biasa saya salah. Hahaha.




3. What If...? (2021)

Suka What If...? dengan konsep multiverse dan unlimited possibilities-nya. Masih ada suara Chadwick Boseman yang bisa kita dengar di sini. Favorit saya tentu saja The Watcher hanya karena Jeffrey Wright yang jadi pengisi suaranya.




4. Hawkeye (2021)

Probably this is my no. 1 on the MCU series favorite list. Suka banget lihat Hailee Steinfeld berperan sebagai Kate Bishop. Cocok banget. Dan suka sekali lihat interaksi antara Kate dan Yelena (Florence Pugh). Lucu dan menggemaskan gitu deh. Kate yang rada-rada takut ke Yelena dan berusaha mati-matian biar Yelena tidak membunuh Clint Barton (Jeremy Renner), tapi Yelena-nya tetap ramah dan santai. As if her plan killing Clint was some kind of fun games and she still wanted to make friend with Kate. Untung sudah ada yang merangkum interaksi mereka dalam satu video. Kalau lagi ingin lihat yang lucu-lucu, bisa langsung nonton video mereka saja.
 
  


Satu lagi, saya sungguh tidak menyangka dengan kemunculan Wilson Fisk alias Kingpin (Vincent D'Onofrio) karena archenemy-nya kan Daredevil, sedangkan ini kan serial Hawkeye, jadi cukup terkejut.




5. Mr. Robot (2015-2019)

Saya berani bersumpah kalau ini adalah salah satu serial terbagus yang pernah saya tonton. Kalian juga harus nonton! Saya sudah menulis reviunya di akun Letterboxd saya di sini




6. Locke & Key (season 2, 2021)

Melanjutkan cerita dari musim satu di mana kita jadi tahu kalau Gabe (Griffin Gluck) adalah Dodge (Laysla De Oliveira) dan Dodge yang mereka lempar ke "gerbang" sebenarnya adalah Elli Whedon (Sherri Hem). Di musim kedua ini Gabe ingin bikin kunci sendiri yang bisa bikin orang-orang patuh dan menuruti apa mau dia. 





7. The Witcher (season 2, 2021)

Lanjut nonton The Witcher tentu saja karena Mas Henry Cavill. Saya sangat menikmati cerita di musim kedua ini karena hubungan Geralt (Henry Cavill) dan Ciri (Freya Allan) lebih dieksplorasi. Ceritanya di awal-awal memang masih setia dengan di novel, tapi kemudian banyak berubahnya. Sejujurnya, saya tidak mempermasalahkan hal tersebut malah saya lebih suka dengan cerita di serial ketimbang di novelnya. 

Menurut saya, cerita di novelnya sungguh lambat dan bertele-tele. Beda dengan di serialnya yang to the point. Di novel, Geralt dan Ciri selalu terpisah. Sudah mah mereka ketemunya lama (baru ketemu pas Ciri sudah menjelang remaja), baru ketemu eh harus terpisah lagi. Jadinya kayak kurang berasa perjuangan Geralt untuk melindungi Ciri sebagai Child of Surprise-nya Geralt. Di novel kebanyakan ceritanya Geralt yang selalu mencari Ciri, gak ketemu-ketemu pula. Saya jadi capek bacanya. Wkwkwk.

Nah, sementara di serial lebih ditunjukkan bagaimana cara Geralt menjaga dan melindungi Ciri. Mungkin ini karena di serial cerita Geralt dan Ciri tidak dibikin sama dengan yang di novelnya, jadi ketika mereka sudah bertemu ya sudah dibikin fokus untuk bersama terus, which is nice. Meski itu berarti harus menghilangkan satu cerita yang kalau di novelnya itu cukup penting, tapi tidak apa-apa. Ketika dihilangkan pun, serialnya masih tetap bisa mengalir ceritanya dengan baik. 

Opini saya ini mungkin berbeda dari kebanyakan fans The Witcher. Tidak apa-apa. Berhubung saya bukan fans The Witcher, jadi saya tidak banyak menuntut dan tidak berekspektasi tinggi sehingga saya jadi bisa lebih menikmati serialnya.




8. Modern Love (season 1, 2019)

Saya sudah menulis reviunya di akun Twitter saya, jadi saya tidak akan menuliskannya lagi di sini. Silakan cek twit saya berikut ini jika berminat dengan reviunya.






9. Midnight Mass (mini series, 2021)

Ini serial horor, tapi kayak bukan cerita horor. Malah kayak semacam sindiran buat pemeluk agama yang fanatisme berlebihan sehingga, takes it everything too literally from the scripture, sampai-sampai buta sendiri tidak bisa melihat bahwa yang dia lakukan itu sudah jahat dan kelewatan. Tokoh jahatnya di sini bukan si monster, tapi Bev Keane (Samantha Sloyan). Saking jahatnya, rasa-rasanya saya ingin sekali keplak kepalanya. Sumpah, bikin kesal banget. Wkwkwk. But, well, at certain point, I think Father Paul (Hamish Linklater) was a villain, too.




10. Squid Game (season 1, 2021)

Saya sudah menulis reviu cukup panjang di akun Letterboxd saya. Jika teman-teman berminat, silakan untuk membaca langsung di sana saja ya. 




11. Titans (season 3, 2021)

Pertanyaan saya masih sama di musim-musim sebelumnya dan pernah saya tanyakan di sini, kenapa anak didik Bruce Wayne (Iain Glen) pada dendam kesumat sama Bruce ya? Memang cara mentoring Bruce ini seperti apa toh? Di musim ketiga masih menyiratkan hal tersebut, tapi minim penjelasan.

Kalau boleh protes, ada satu hal yang ganggu banget buat saya di sini, yaitu kehadiran Tim Drake (Jay Lycurgo). Berhubung saya bukan pembaca komik DC, saya jadi nggak ngerti apa peran dan fungsi Tim di sini. Ngotot mau jadi Robin, tapi laaaah... gak punya skill ataupun resources. Cuma modal rajin ngintilin para superheroes dan latihan gerakan berantem modal video YouTube. Kalau masih kecil, mungkin bisa dilatih keahlian bela diri dan yang lainnya, tapi kalau sudah usia dewasa macam Tim itu, bagaimana mau mengasahnya? Keburu tua kali kalau mau mencapai skill kayak Dick Grayson (Brenton Thwaites). But, who knows, perkembangan karakternya di musim empat bagaimana. Karena di episode terakhir, Grayson sudah mengajak Tim buat ikutan road trip jalan pulang ke San Fransisco, tempat markasnya Titans.

Setelah saya googling saya jadi tahu Tim Drake itu Robin. Bagi yang mengikuti komiknya, mungkin langsung paham ya, tapi buat saya sebagai orang awam, kemunculan Drake yang tiba-tiba di serial ini dan ngotot ingin jadi Robin itu aneh bin lucu. 




So, itulah sebelas serial yang sudah saya tonton dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan. Bagaimana dengan kalian? Lagi nonton serial apa nih sekarang? Please, share di kolom komentar ya! Siapa tahu bisa jadi rekomendasi buat saya dan teman-teman di sini. 
Share:

1 comment:

  1. pengen ngkutin heroes lagi
    dulu cuma sampai season 2 aja wkwk
    iya sih aku juga agak gimana gitu pas drake mau jadi robin
    lah dia bisa apa
    tapi aku belum dapat feel yang season 3 ini

    ReplyDelete

Saya sangat menantikan komentar dari kalian. Asal jangan spam, jangan anonim, dan tetap sopan ya. Mari kita menghargai satu sama lain. Terima kasih.