Sunday, November 19, 2017

Random #31

Random 1.

Punya khayalan ingin ke Lombok, eh dikasih rejekinya ke Bali. Gratis. Tidak apa-apa. Tetap saja itu namanya rejeki anak sholeh. Harus disyukuri.

Jadi, minggu kemarin saya ke Bali dan tadi malam teman saya bertanya, "How's Bali?" Yang paling menyenangkan dari jalan ke Bali kemarin itu tentu saja ketika saya ngobrol semalam suntuk bersama Mbak Pito dan seorang teman yang baru kenal. Kami ngobrol dari jam 9 malam WITA dan jam 4 pagi saya baru sampai hotel. Ha, ha. Teman-teman kantor berasa takjub begitu tahu saya pulang jam 4 pagi. "Kimi luar biasa sekali..." mungkin itu bahasa halus dari "Kimi liar banget pas di Bali." Heuheu.

Saya mencoba membayangkan bagaimana reaksi mereka seandainya mereka tahu kami nongkrong di kawasan remang-remang. Salahkan Mbak Pito karena dia yang mengajak kami nongkrong di Circle K Blanjong! Tapi, tidak apa-apa. Saya tidak protes. Karena Mbak Pito junjunganque dan saya pasti aman sama beliau karena (kalau kata teman saya yang ikutan nongkrong juga malam itu) Mbak Pito itu penjaga neraka. MWAHAHA!

Saturday, November 18, 2017

Cerita Tentang Body Care

Kalau di tulisan sebelumnya saya bercerita tentang perawatan bibir, maka tulisan kali ini saya ingin membahas tentang perawatan badan. 

Sewaktu saya kecil dulu, bahkan sampai kuliah mungkin, kaki saya jelek banget. Maksud saya, dulu kaki saya budukan. Saya tidak tahu bahasa Indonesia-nya yang tepat apa. Intinya badan saya ini, terutama di daerah kaki, kalau digigit nyamuk, atau ada koreng, maka bekasnya lama sekali hilang. Berhubung dulu saya sering banget digigit nyamuk, alhasil kaki saya banyak banget bekasnya.

Anehnya, dulu saya cuek-cuek saja. Maklum ya namanya anak kecil. Belum pusing dengan perawatan ini itu. Masa bodoh deh dulu itu mah. Ketika remaja, saya sudah kenal dengan yang namanya body scrub dan body lotion. Tidak ada harapan apa-apa sebenarnya ketika mulai pakai keduanya. Hanya biar pakai saja. Saya kan korban iklan. Ehe.

Rupanya, tanpa saya sadari ketika saya mulai rutin pakai body scrub dan body lotion, saya baru ngeh bertahun-tahun kemudian (pokoknya lama banget saya baru sadar) kok kaki saya nggak budukan lagi ya?! Kok kaki saya nggak separah waktu kecil dulu ya?! Bekas gigitan nyamuk dan koreng kok sudah pada hilang dan sekarang jadi lebih halus juga mulus? Apakah ini berkat pemakaian rutin body scrub dan body lotion? Bisa jadi.

Jadi, sekarang saya mau cerita beberapa merk body scrub dan body lotion yang sudah pernah saya coba selama ini, yang saya ingat saja ya.

Saturday, November 4, 2017

Cerita Tentang Lip Care

Sebagai pemilik bibir kering dan pecah-pecah, saya wajib untuk memberikan bibir saya perawatan ekstra. Kalau dulu sih saya cuek-cuek saja. Bibir pecah-pecah? Tinggal kelopek saja sampai berdarah dan tidak jarang jadi sariawan. Lama-lama saya bosan dan kesal juga. Mau sampai kapan punya bibir kering dan pecah-pecah begini? Nggak enak tahu...

Mulailah saya rutin pakai lip balm. Ternyata, untuk merawat bibir tidak cukup hanya pakai lip balm, melainkan juga kita perlu pakai lip scrub. Tujuannya untuk membantu regenerasi kulit bibir dan biar lebih bersih mengangkat sisa-sisa lipstik. Buat yang senang pakai lipstik, terutama lip cream matte, kalau tidak dibersihkan secara tuntas bisa membuat warna bibir kita menggelap. Tidak cuma itu, rajin pakai lip scrub dan lip balm lumayan membantu bibir tidak jadi kelewat kering (garis bibir tidak terlalu kentara) kalau kita pakai lipstik/lip cream/ lip liquid matte.

Tulisan kali ini saya ingin bercerita pengalaman saya pakai produk lip care. Simak terus ya!

Wednesday, November 1, 2017

Film di Oktober 2017

Bulan Oktober kemarin ada 19 judul film yang saya tonton. Ini sebuah rekor! Belum pernah dalam satu bulan saya bisa nonton film sebanyak itu. Kayak kejar setoran banget ya? Ha, ha.

Mari kita langsung saja. Ini lah daftar film yang saya tonton di bulan Oktober 2017 kemarin:

1. Split (2016)

Kevin (James McAvoy) memiliki 23 kepribadian di dalam satu tubuh. Dia menderita penyakit Dissociative Identity Disorder. Semua kepribadiannya ingin muncul ke permukaan. Meski ada 23 kepribadian, ada beberapa kepribadian yang lebih dominan dibandingkan yang lain. Mereka yang sering muncul adalah Barry, Dennis, Patricia, Hedwig, Orwell, dan Jade. Mereka berlomba-lomba ingin melindungi Kevin. Beberapa dari mereka mencoba mengingatkan psikiater mereka, Dr. Karen Fletcher (Betty Buckley), bahwa ada satu kepribadian lagi yang akan muncul dan sangat berbahaya. Kepribadian ini diberi nama The Beast.

Split merupakan film psychological thriller yang tentu saja menarik buat saya. Film dengan tema-tema psikologi seperti ini sangat menyenangkan untuk ditonton. Meski ya rada disayangkan dengan Dr. Fletcher yang terlalu baper jadi psikolog. Juga akting Mas James yang menurut saya biasa saja. Saya malah lebih fokus pada Casey Cooke, yang diperankan oleh Anya Taylor-Joy. Di balik sifatnya yang pendiam dan menarik diri ada luka traumatis yang begitu dalam.




Rating: 4 dari 5🌟 - really liked it

Tuesday, October 31, 2017

Europa, Titan, dan Enceladus

Apakah kalian pernah berpikir ada kehidupan di planet lain? Pernahkah juga kalian berpikir Bumi sudah kacau balau dan sudah semestinya kita berpikir untuk mencari alternatif planet lain yang bisa kita tinggali? Kalau kalian balik menanyakan pertanyaan itu ke saya maka jawaban saya tidak tahu. Akan tetapi, saya punya imajinasi liar. Bisa saja di luar sana ada kehidupan, di tata surya yang lain, di galaksi tetangga, atau di tempat lain yang jauh, sangat jauh dari kita. Namun, berpikir kita bisa pindah dari Bumi dan bermigrasi ke suatu planet entah di mana, bahkan imajinasi liar saya belum bisa untuk membayangkannya.

Jadi, bagaimana? Apakah kita harus pasrah saja menanti kehancuran umat manusia? Bagi Profesor Stephen Hawking tidak. Dari Wired:

Professor Stephen Hawking says he is not alone in believing humans need to find a new planet to live on within 100 years if it is to survive. As part of the BBC’s new science series Tomorrow’s World, Professor Hawking said he thinks due to climate change, overdue asteroid strikes, epidemics and population growth, humans will need to find a new planet to populate within a single lifetime – revised from the 1,000 year time limit he gave last November.

Lebih lanjut Profesor Hawking bilang:

“I strongly believe we should start seeking alternative planets for possible habitation,” he said. “We are running out of space on earth and we need to break through technological limitations preventing us living elsewhere in the universe.”

Lucunya, ketika berita ini masuk di akun Twitternya @detikcom, komentar-komentar di sana kebanyakan ajaib. Bahkan ada yang sampai bilang Profesor Hawking itu idiot! Heuheu. Biarkan sajalah. Mungkin yang bilang begitu belum tercerahkan siapa itu sebenarnya Profesor Hawking.