Wednesday, February 22, 2017

Random #27

Random 1

Jadi begini... Tidak semua bahan sintetis itu berbahaya atau jelek buat muka. Sebaliknya, tidak semua bahan natural atau alami bagus buat wajah. Cara terbaik kombinasikan keduanya. Mana yang aman, bagus, dan cocok buat wajah, ya silakan dipakai. Bagi yang demen DIY, bahan-bahan yang kurang bagus itu seperti telur, ACV, jeruk nipis, lemon, dan lain-lain.

Saya mau bikin pengakuan. Sejujurnya saya masih pakai jeruk nipis atau lemon sebagai salah satu bahan DIY. Soalnya kan jeruk nipis dan lemon ini pengawet alami dan antibakterial juga. Saya juga pakainya tidak langsung dioles ke muka, melainkan saya campur di air. Dan kalau dipakai di pagi hari, saya selalu pakai sunblock.

Sunday, February 12, 2017

Random #26

Random 1

Mau semulia apapun niat saya untuk belajar dandan, nyatanya skill dandan saya ya segini-segini aja. Mentok di bisa pakai bedak dan lipstik. Tapi, tetap saja satu purnama yang lalu saya nekad beli perkakas wanita semacam pensil alis, eye liner, dan maskara. Malah besok-besok kepingin beli eye shadow meski saya masih nggak paham bagaimana cara pakainya. Oh iya, saya juga harus beli foundation soalnya foundation saya sudah habis.


hasil belanja bulan lalu


Setidaknya dengan beli perkakas wanita begini saya merasa saya sudah menjadi wanita. Kepada Mas Rafa, maaf ya kalau aku nggak bisa dandan. Tapi, kamu masih sayang sama aku kan?

Saturday, February 11, 2017

Film di Januari 2017

Masa SMA dan kuliah adalah masa-masa saya lumayan sering nonton film. Kalau di masa SMA dulu malah lebih asyik karena tempat rental VCD dan DVD asli di dekat rumah saya masih beroperasi. Di jaman kuliah karena tidak ada rental film jadinya saya beli dvd bajakan atau kalau sedang banyak duit ya nonton di bioskop. Saya jadi lumayan update dunia perfilman. Contohnya, saya bisa hafal nama-nama aktris dan aktor Hollywood yang sedang tenar saat itu.

Setelah lulus dan pulang kampung, saya jadi jarang banget nonton film. Mau nonton di bioskop sayang duit ya. Kan lama-lama tekor ya bo' kalau tiap minggu nonton terus di bioskop. Mau beli dvd bajakan, dihitung-hitung Neng rugi juga ya, Bang. Masih mending kalau cuma beli satu dvd. Kalau belinya banyak dan rutin? Mending duitnya ditabung buat bikin pesta nikah di Maldives deh. Kecuali nanti yang jadi suaminya Mas Rafa, baru deh saya tidak usah pusing menabung.

Lah, jadi melantur.

Alhamdulillah, ada teman yang ngasih stok film lumayan banyak ke saya. Belakangan saya jadi sering nonton. Saya pun kepikiran ingin ikut-ikutan Mas Jens yang mencatat film-film apa saja yang sudah beliau tonton. Saya ikut-ikutan karena Mas Jens junjunganku...

Baiklah. Inilah daftar film yang saya tonton di Januari 2017 kemarin:

Wednesday, February 8, 2017

Dari Buku ke Minat Baca

Kalau disuruh memilih antara buku cetak (printed books) dan buku elektronik (ebook), jawaban saya tetap printed books. Biar bagaimanapun juga printed books itu lebih enak dibaca. Baca printed books pun lebih gampang nyambung sama isinya dan lebih lama nempelnya di otak ketimbang baca ebook. Ini ada penelitiannya kok. Saya sepakat sama hasil penelitian ini.

Baca printed books itu lebih nyaman karena gampang buat saya bolak-balik halamannya. Enak buat saya mencatat hal-hal penting. Tinggal dikasih sticky notes dan tandai deh hal apa saja yang penting. Kalau ada yang ketinggalan dicatat, tinggal balik saja halamannya. Hal inilah yang bikin saya lebih senang meresensi buku yang saya punya buku cetaknya.

Cita-cita saya sejak dulu ingin punya perpustakaan pribadi sendiri di rumah. Berhubung sekarang saya masih numpang sama mama saya, jadi saya gak bisa semena-mena bikin perpustakaan di rumah. Bisa perang dunia ketiga nanti. Saya bahkan gak punya lemari buku yang proper untuk menyimpan koleksi buku saya. Dulu saya pernah minta dibelikan sama papa saya, tapi beliau tidak membelikan. Soalnya rumah juga sudah kebanyakan barang yang nggak penting. Itulah bapak dan emak saya, Saudara-saudara. Senang mengumpulkan barang-barang tidak penting dan bikin rumah jadi penuh sesak. Kadang ya suka kesal juga sih sama orangtua yang punya anak hobi baca tapi tidak difasilitasi.

Saturday, January 28, 2017

100 Truths

Postingan kali ini saya mau mencontek postingan Lulu. Habisnya saya sedang miskin ide, tapi saya lagi kepengen update blog.

Menurut Lulu, 100 truths ini ada aturan mainnya. Aturannya begini:

Rules: Once you’ve been tagged, you are supposed to write a note with 100 Truths about you. At the end, choose 15 people to be tagged.

Namanya peraturan itu dibuat untuk dilanggar. Di sini saya tidak akan tag lima belas orang untuk ikutan menulis 100 truths ini. Kayak berasa masih di jaman Friendster saja main tag. Ihihihi... Tapi, seandainya kalian berminat, monggo lho. Dan, saya nggak janji menjawab semua pertanyaan di bawah ini dengan jujur. Pembaca dilarang protes!

Baiklah. Mari kita langsung saja ya.