Sunday, January 22, 2017

Memaknai Kematian

Day 29.

Kalau kemarin saya mengingat-ingat kapan pertama kali Tuhan dikenalkan ke saya, sekarang saya iseng ingin mencoba mengingat kapan pertama kali konsep kematian diajarkan ke saya. Kalian ingat kapan pertama kali kalian tiba-tiba mikir kalian takut mati?

Saya mencoba membuka laci memori di dalam otak saya. Mencari-cari memori apa saja yang berkaitan dengan hal ini. Kapan yah saya tahu untuk pertama kalinya kematian itu apa? Sayangnya, saya nggak nemu. Tetapi, ada satu memori yang saya ingat banget. Sepertinya sih saya sudah SD. Saya lupa kelas berapa. Saat itu saya tidur-tiduran. Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba saya merinding sendiri. Tahu-tahu saya mikir saya takut mati. Aneh banget ya?

Saturday, January 21, 2017

Perihal Tuhan

Day 28.

Saya membaca tulisan Teh Vei yang berjudul Mengenali Tuhan. Setelah membaca tulisan tersebut saya jadi mengingat-ingat bagaimana dulu ceritanya saya bisa mengenal Tuhan. Saya juga menulis ini untuk menepati janji saya di sini

Begini...

Ketika kita lahir, kita tidak dapat memilih agama untuk kita anut. Orangtua yang memilihkan agama untuk kita. Dengan kata lain kita mengikuti agama orangtua kita tanpa kita diberikan kesempatan untuk memilih.

Lalu, kita diajarkan tentang Tuhan dan agama.

Orangtua saya tidak terlalu relijius. Mereka menjalankan ritual keagamaan dan mengajarkan kepada saya untuk juga menjalankannya tanpa saya diberitahu kenapa saya harus melakukannya. Untuk apa sholat? Kenapa sholat itu wajib? Kenapa harus puasa? Kenapa harus begini? Kenapa tidak boleh begitu?

Friday, January 20, 2017

What I Fear About The Future

Day 27.

Bumi semakin panas. Krisis air bersih. Kelaparan. Perang. Bakteri yang semakin resisten dengan antibiotik. Es kutub yang semakin cepat mencair. Korupsi semakin menjadi. Ancaman dari luar angkasa seperti meteor. Manusia yang semakin cuek. Saya bisa meneruskan hingga daftar semakin panjang. Kesimpulan dari semuanya adalah ini berbagai ancaman yang akan kita terima di masa yang akan datang.

Ini yang saya takutkan di masa depan. Sementara saya tidak bisa melakukan apa-apa. Saya malah terus berkutat dengan pikiran-pikiran semacam, "Dari Bumi yang sudah sekacau ini, apa masih ada yang baik-baik bisa tersisa untuk anak cucu saya kelak?" Dan, "The world is going to end anytime soon."


Thursday, January 19, 2017

Tentang Menulis Fiksi

Day 26.

Sungguh hari ini saya capek sekali. Capek hati, pikiran, dan badan. Halah, lebay. Mau update blog saja rasanya malas banget. Pengen skip update untuk hari ini, tapi kok sayang. Sudah sukses update 25 hari berturut-turut terus kalau harus lompat satu hari rasanya agak gimana gitu ya.

Jadi sekarang saya menulis mengalir begitu saja. Tanpa topik, tanpa bikin mind map. Pokoknya apa yang ada di otak saya ketik saja. Sebenarnya ada satu topik menarik yang ingin saya tulis, tapi mood saya lagi gak bagus. Saya juga lagi tidak bisa berpikir yang berat-berat. Mungkin di lain kesempatan akan saya tulis ya. Tapi, saya nggak janji juga. Saya tidak mau bikin janji yang saya sendiri ragu bisa menepatinya atau tidak. Mantan, kamu kesindir gak? 😜

Ngomong-ngomong, belakangan ini saya kepikiran pengen belajar menulis fiksi. Tapi, saya malu je. Saya merasa tidak ada bakat sama sekali menulis fiksi. Di sini saya pernah bilang kalau dulu waktu SD saya suka pelajaran mengarang ya? Terus sekarang saya masih suka mengarang cerita nggak?

Wednesday, January 18, 2017

Having Dinner with Exceptional Figures

Day 25.

When I was searching for a topic for my #30DaysWritingChallenge, I found an interesting question.

If you could have dinner with anyone in history, who would it be and why?

A name immediately came up and followed by the other two names. So, let's get down to business. Here are the three people that I would like to have dinner with: