Monday, January 8, 2018

Earworm #3

January 08, 2018 1 Comments
Halo! Kembali lagi di label Earworm setelah terakhir menulis dengan label ini di September 2017.

Ternyata cukup susah ya mencari lagu yang benar-benar stucked di kepala dan bisa bikin susah move on dari lagu tersebut. Itu yang menjadi alasan saya rada lama tidak berbagi lagu earworm saya ke teman-teman semua.

Baiklah. Mari kita langsung saja ke lagu-lagu yang sampai sekarang masih jadi earworm bagi saya.

1. All I Ask of You - Josh Groban feat. Kelly Clarkson






Sumpah demi apapun, ini duet indah banget. Nama Josh Groban dan Kelly Clarkson tidak usah diragukan lagi. Tetapi, yang bikin saya betul-betul meleleh ya Mbak Kelly. Kenapa coba? Karena di sini suara dia beda banget! Jadi lebih merdu dan lembut. Tidak seperti biasanya kalau kita dengar dia di lagu-lagunya. Di sini Mbak Kelly nyanyinya nggak ngotot. Dia nyanyinya tenang banget. Pokoknya mengikuti lagunya banget deh. Terasa sekali pengkhayatannya. Kalau Mas Josh sendiri kita mah sudah maklum ya. Lagu dengan musik begini kan memang genrenya dia.

Biar adil saya coba membandingkannya dengan mendengarkan versi lain dari lagu ini. Saya sudah mendengarkan duet Josh Groban dan Sarah Brightman, Patrick Wilson dan Emmy Rossum (yang di film Phantom of the Opera dan ketika mereka nyanyi live), Michael Ball dan Sierra Boggess, bahkan sampai Matthew Garwood nyanyi lagu ini buat blind audition di The Voice Australia juga saya tonton. Tetap tidak ada yang bisa mengalahkan duet Josh Groban dan Kelly Clarkson. They are beyond perfect. 👌

Sementara liriknya itu yah... Duh, bikin baper.

Penggemar: Ah, Kimi. Elu mah apa-apa dibikin baper. 

Bomat. 😴

Eh tapi beneran deh coba kalian perhatikan baik-baik liriknya. Lagu ini kan soundtrack Phantom of the Opera. Ceritanya pas Raoul datang menyelamatkan Christine yang disekap oleh si Phantom. Jadi pas mereka bertemu langsung deh nyanyi lagu ini. Raoul yang berjanji akan selalu melindungi Christine dan Christine yang ketakutan juga parno karena disekap langsung minta semacam janji atau assurance kalau Raoul untuk selalu melindungi dia dan mencintai dia selamanya.

Say you love me every waking moment
Turn my head with talk of summertime
Say you need me with you now and always
Promise me that all you say is true
That's all I ask of you

Dan lirik pamungkasnya dong:

Love me, that's all I ask of you

Link Spotify: All I Ask of You - Josh Groban duet with Kelly Clarkson.

2. I Wish You Love - Rachael Yamagata






Lagu ini... Duh. 😭

Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang lagu ini selain saya mendengarkannya dari malam sampai pagi di sepanjang perjalanan saya di kereta jurusan Palembang - Tanjung Karang. Berulang-ulang. Hanya memutar lagu ini.

Oh iya, saya baru tahu penyanyi asli lagu ini ternyata Nat King Cole. Tetapi, tetap versi yang paling enak, sendu, dan bikin hati ini berdarah-darah ya versi mellow dan woles dari Mbak Rachael.

My breaking heart and I agree
That you and I could never be
So, with my best, my very best
I set you free

Link Spotify: I Wish You Love - Rachael Yamagata

3. Creep - Postmodern Jukebox feat. Haley Reinhart






Mbak Haley ini ya suaranya maut banget. She deserves more recognitions. Dia nyanyi lagu ini kerennya itu level SINTING BANGET GILA! Kerennya beneran gak sante. Serius.

Mendengarkan cover lagu ini juga ibaratnya tuh kayak kita disuruh naik rollercoaster. Awalnya pelan dan santai, lama-kelamaan kita dibawa terus naik ke puncak, lalu turun ngebut bikin kita jerit-jerit. Habis itu kita dibikin santai lagi untuk kemudian mau dibikin histeris lagi. Apalagi sama Mbak Haley ditambah efek dramatis di menit 2:01 ketika dia mendesis (atau menarik napas[?]) semacam stres depresi kayak orang bingung ditinggal pacar. Pokoknya kampret banget dah Creep cover Postmodern Jukebox dan Mbak Haley ini.

I want you to notice
When I'm not around
You're so fucking special
I wish I was special
But I'm a creep
I'm a weirdo
What the hell am I doing here?
I don't belong here


Nah, itu tiga lagu earworm saya belakangan ini. Kalau kalian sedang suka dengar lagu apa?

Sunday, January 7, 2018

Random #32

January 07, 2018 2 Comments
Random 1.

Sejak rajin nonton streaming, tidak cuma film bioskop saja yang saya tonton, melainkan juga serial televisi. Sampai saat ini saya sudah menamatkan American Gods (season 1), Game of Thrones (season 1 - 7), dan Westworld (season 1). Sekarang saya sedang mengikuti Vikings. Baru episode 1 season 1 sih. Nontonnya santai saja lah. Dicicil gitu. Satu hari satu episode, misalnya. Tidak usah terburu-buru macam dikejar debt collector. Kayak waktu itu saya nonton Game of Thrones tuh ya... 7 seasons kelar dalam beberapa hari saja. Heuheu.

Random 2.

Hari ini saya bertemu dengan Anggi, teman baru saya. Kami bertemu di Warunk Upnormal. FYI, di Bandar Lampung sudah ada Warunk Upnormal lho. Tadi itu untuk pertama kalinya saya ke sana setelah lima bulan dulu dese beroperasi. Saya sudah pernah ke Warunk Upnormal sebelumnya, tapi yang di Jakarta.

Soal makanannya mah, ya... Begitu deh. Saya cuma suka cirengnya. Sementara minumannya, ya lumayan lah. Saya suka banana latte-nya. Baru coba itu doang sih, yang lain belum saya cobain. Ehe.


gambarnya nggak nyambung memang, tapi ya sudahlah.
kalian dilarang protes!


Random 3.

Blog buku saya sudah ada dua tulisan baru lho. Padahal ini masih minggu pertama di 2018. Saya sungguh merasa sesuatu. Sungguh membanggakan! 💪

Halah.

Anyway, tulisan pertama, yaitu resensi The Puppeteer, yang nulis Bapak Jostein Gaarder. Sementara tulisan keduanya, yaitu buku terbaik 2017 menurut saya. Kalian jangan lupa mampir ya!

Random 4.

Tahun ini saya bikin target baca 50 buku di Goodreads, sama seperti tahun sebelumnya. Tidak usah ngoyo kayak Mas Joe yang saban tahun bikin target baca 69 buku, tapi nggak pernah kesampaian targetnya. Malah dese selalu kalah dari saya. Hauhau.

Untuk jenis bukunya sendiri saya membebaskan diri saya mau baca buku apa saja. Malah kepikiran saya ingin mengeksplor penulis yang belum pernah saya sentuh sebelumnya. Penulis seperti Margaret Atwood atau Virginia Woolf sepertinya menarik. Atau barangkali kalian ada usul yang lain?

Wednesday, January 3, 2018

Review Singkat 2017 dan Harapan di 2018

January 03, 2018 5 Comments
Masih dalam suasana tahun baru maka saya ucapkan Selamat Tahun Baru, teman-teman semuanya! Semoga apapun resolusi kalian akan tercapai di tahun ini. Amin, amin, amin.

Ngomong-ngomong, bagaimana tahun 2017 bagi kalian? Kalau saya, ingin bilang datar, tapi ya nyatanya nggak datar juga. Ingin bilang bagai rollercoaster, tapi kok ya kesannya lebay banget.

Yang jelas di tahun kemarin saya masih dibikin terombang-ambing dalam urusan asmara. Eaaa. Hari gini masih nggak jelas dalam urusan yang satu itu. Sedih beudh hidup gua. Ha, ha. Tapi ya sudahlah. Toh sekarang saya sudah baik-baik saja. InsyaAllah.

Tahun kemarin saya harus bolak-balik ke dokter. Sempat deg-degan parah dan stres karena takut sama hasil dari dokter dan Alhamdulillah hasilnya baik-baik saja. Tetapi, bolak-balik ke dokternya masih berlanjut. Tidak apa-apa. Anggap saja ini sebagai pengingat bahwa saya harus semakin ekstra menjaga diri. Nasib punya badan ringkih ya begini ini.

Di tahun kemarin saya juga memutuskan untuk ke psikolog. Hasilnya, saya merasa lebih baik. Saya belajar banyak dari beberapa kali sesi konseling tersebut. Saya semakin mengenal diri saya dan pelajaran utama yang saya dapatkan saya jadi lebih menghargai diri saya sendiri. Self-esteem saya lumayan naik lah.

Cukup deh membicarakan masalah pribadi. Sekarang mari kita beralih ke buku. 😀

Tahun kemarin saya berhasil membaca 56 buku. Daftar bukunya bisa teman-teman baca di sini. Blog buku saya lumayan update juga di tahun kemarin. Dari 56 buku yang dibaca, ada 14 buku yang saya tulis resensinya. Lumayan lah. Selain itu, ada juga postingan wawancara dengan teman-teman saya yang hobi baca. Kalau teman-teman penasaran, silakan mampir ke Blog Bukunya Kimi. Jangan lupa untuk klik like, share, dan subscribe ya! Halah, ujung-ujungnya ngiklan.

Sementara itu, di blog ini terdapat 73 tulisan di sepanjang tahun 2017. Sekali lagi, lumayan lah masih sering update. Tulisannya beragam, dari remeh-temeh curhat random sampai tulisan sok pinter gitu deh. Biasalah, namanya juga Kimi. You know me well, right?

Setelah dipikir-pikir sekarang ini saya mau lebih memperbanyak tulisan receh di sini. Saya akan lebih memperlakukan blog ini sebagai sebuah jurnal online. Itu juga yang jadi salah satu resolusi saya di 2018: lebih banyak mencatat, baik di buku jurnal maupun di blog. Menulis itu harus dibiasakan dengan cara ya harus menulis rutin. Soalnya, sekali sudah malas, akan terbawa terus malasnya. Akibatnya, banyak hal yang bisa dicatat untuk jadi dokumentasi, harus hilang begitu saja. Mau mengandalkan memori ya jelas tidak bisa.

Dan ini yang saya rasakan sekarang. Malas sudah datang dari kemarin-kemarin. Buku jurnal sudah jarang diisi, blog juga jarang diupdate. Sementara Journey saya isinya foto selfie semua. Haha, katrok beudh.

Berhubung sudah malas, untuk memulai itu rasanya berat sekali. Tiap menyalakan laptop pikirannya langsung ingin nonton film. Boro-boro mau buka dashboard blog kan. Hal tersebut tidak boleh dibiarkan! Untuk itu, mari kita menulis receh saja. Saya usahakan minimal seminggu sekali untuk update blog. Tulisannya mungkin tidak bermanfaat untuk teman-teman, tetapi paling tidak bermanfaat buat saya. Bermanfaat dalam hal apa? Tentu saja karena tujuannya apalagi kalau bukan untuk membangkitkan kembali semangat ngeblog.

Jadi, mohon doa dan dukungannya, teman-teman! Dukungan kalian sangat berarti buat saya. Beri dukungan kalian dalam bentuk klik like, share, dan subscribe blog ini ya! Halah mbel. Ujung-ujungnya ngiklan lagi. 😂

Monday, January 1, 2018

Film di Desember 2017

January 01, 2018 2 Comments
Kalau teman-teman mengikuti catatan rekap film yang saya buat di bulan Oktober dan November yang lalu, tentunya teman-teman bisa menebak jenis film yang seperti apa yang belakangan sering saya tonton. Yep, saya memang sedang memfokuskan diri (halah!) nonton film superheroes, terutama keluaran dari Marvel Studios. Lebih tepatnya saya menonton ulang film-film tersebut karena: 1) dalam rangka menyambut kedatangan Avengers: Infinity War; 2) saya sudah lumayan lupa ceritanya karena nontonnya sudah bertahun-tahun yang lalu, jadi untuk menyegarkan ingatan.

Bulan terakhir di tahun 2017 saya masih nonton film dengan tema yang sama. Saya suka film superheroes karena film dengan jenis ini sangat menghibur buat saya. Semakin bertambahnya umur selera film saya berubah. Saya lebih memilih untuk nonton film yang menghibur, menyenangkan, dan membuat bahagia. Saya sekarang tidak terlalu minat dengan film yang membuat dahi berkernyit karena kebanyakan mikir. Atau film sedih yang membuat saya menangis mengharu-biru. Hidup sudah susah, jadi jangan ditambah susah dengan nonton film yang bikin sedih atau susah.

Meski selera saya itu film yang seru seperti film superheroes dengan banyak adegan bagbigbug alias adegan berantem atau tembak-tembakan atau film kartun yang menyegarkan, tetap saja saya nonton film drama yang kesannya berat. Tujuannya biar saya tetap update dengan perkembangan jaman.

Sudah cukup kata pengantarnya. Mari kita langsung saja ke daftar film di bulan kemarin:

1. Pulp Fiction (1994)

Film ini sudah lama banget terdengar di telinga saya sebagai film yang bagus. Ratingnya di IMDb 8.9, wow! Saya penasaran dong. Eh nggak tahunya setelah ditonton, yah,biasa saja. Ini masalah selera memang.




Rating: 2 dari 5 - it was okay

2. Avengers: Age of Ultron (2015)

Menonton ulang film membuat saya tidak hanya sekadar menonton, tetapi mencoba untuk lebih peka mengamati filmnya. Begitupun di film ini saya belajar peka. Ada satu hal yang sangat menonjol buat saya, yaitu Tony Stark. Saya mulai, "Wow, okay. This is interesting." sejak di dialog ini:

Maria Hill: All set up boss.
Tony Stark: Actually he's the boss. [points to Captain America]
Tony Stark: I just pay for everything and design everything, make everyone look cooler.

Wow! Tony Stark tidak sombong dan dia sangat humble dalam hal this Avengers-and-save-the-world thing. Padahal kalau dia mau dia bisa jadi leader. Selain itu, rasa tanggung jawabnya akan Avengers begitu besar. Scene di mana ketika apa yang paling Tony takutkan ditunjukkan oleh Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen), Tony segera mengambil tindakan agar ketakutannya tersebut tidak menjadi kenyataan dengan membangun ulang Ultron. Hasil akhir tidak sesuai harapan memang, tetapi niatnya tersebut saya apresiasi.

Ada dua dialog yang menurut saya layak kutip dari film ini. Pertama, dari Ultron:

Ultron: Everyone creates the thing they dread. Men of peace create engines of war, invaders create avengers. 

Kedua:

Steve Rogers: Every time someone tries to win a war before it starts, innocent people die. Every time.

Ngomong-ngomong, James Spader cocok banget jadi pengisi suara Ultron.




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

3. Thor (2011)

I don't know what to say, except that I'm not a fan of Thor and Chris Hemsworth, but I'm a fan of Natalie Portman. But, I still enjoyed watching this movie though. Tom Hiddleston looked young and handsome.




Rating: 3 dari 5 - liked it

4. Thor: The Dark World (2013)

Saya ingin berkomentar receh (bukannya biasanya saya memang hobi berkomentar receh ya?) kalau... Kenapa hanya dalam jarak dua tahun (sejak film Thor dirilis di tahun 2011) Tom Hiddleston terlihat tua banget sih??




Rating: 3 dari 5 - liked it

5. I Walk the Line (2005)

Waktu pertama kali nonton di masa unyu-unyu dulu kesannya sih film ini bagus dan romantis banget. June Carter (Reese Witherspoon) yang sabar banget membantu Johnny Cash (Joaquin Phoenix) lepas dari ketergantungan narkoba. Tetapi, sekarang pas nonton ulang dan sudah googling sedikit soal Johnny dan June, saya jadi mikir bagaimana perasaan Vivian dan keluarganya (maksud saya, anak-anak Vivian dan Johnny) begitu tahu ada film ini ya?




Rating: 3 dari 5 - liked it

6. A Walk to Remember (2002)

Termasuk film favorit sepanjang masa. Kalau sedang ingin galau dan baper, saya sengaja nonton film ini. Berkali-kali nonton masih bisa sedih dan teriak-teriak sendiri karena baper. Ha, ha. Siapa yang nggak baper coba lihat cowok seganteng Shane West memenuhi semua keinginan Mandy Moore? Landon (Shane West) bikin teleskop buat Jamie (Mandy Moore) biar bisa lihat komet langka, masangin Jamie tato, Landon juga mengajak Jamie ke garis perbatasan dua kota biar Jamie bisa being in two places at once, dan menikahi Jamie di gereja tempat orangtua Jamie dulu menikah. Duh, AKU MAU COWOK KAYAK GINI DONG!




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

7. Chasing Liberty (2004)

Alasan dulu nonton film ini karena ada Mandy Moore. Kemudian alasan bertambah karena ada Matthew Goode (Subhanallah, gantengnya!). Karakter Mandy Moore di sini sebagai Anna Foster, putri Presiden AS, berbeda banget dengan karakter Jamie Sullivan. Kalau boleh jujur, saya jengkel banget dengan Anna Foster. Karakternya lebay dan penuh drama. Dan kalau diamati lagi, hanya dalam dua tahun badan Mandy Moore beda banget ya. Coba deh perhatikan dengan seksama dia di film A Walk to Remember dan di Chasing Liberty. Di sini badannya jadi bongsor gitu.




Rating: 3 dari 5 - liked it

8. X-Men (2000)

Setelah menonton ulang beneran ya saya lupa sama sekali dengan ceritanya. Saya cuma ingat sama Logan. Ha, ha. Oh iya, saya juga ingat kalau saya tidak suka dengan Jean Grey. Saking sensinya saya dengan Jean Grey, saya juga tidak suka dengan siapapun yang memerankan Jean Grey, termasuk Sophie Turner (pemeran Jean Grey edisi X-Men muda. Halah). Habisnya suruh siapa nge-PHP-in Wolverine, hah??




Rating: 3 dari 5 - liked it

9. X-Men 2 (2003)

Hugh Jackman idolaku. Dah, mau bilang itu saja.




Rating: 3 dari 5 - liked it

10. X-Men: The Last Stand (2006)

Ceritanya lebih seru ketimbang dua X-Men sebelumnya. Tapi ya beneran deh. Dengan dibikinnya film X-Men muda itu bikin rada puyeng juga mengingat-ingat timeline-nya. Terus ya ada yang nggak sinkron juga. Misalnya, di sini diceritakan pertama kali Profesor X dan Magneto bareng-bareng merekrut Jean Grey waktu masih anak-anak. Profesor X dan Magneto sendiri sudah berumur di sini waktu merekrut Jean dan Profesor X masih bisa jalan. Sementara kita tahu Profesor X sudah lumpuh di akhir film X-Men: First Class. Sementara itu di X-Men: Apocalypse, Jean Grey sudah masuk sekolah Profesor X dan dia sudah usia dewasa muda (atau masih remaja?).




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

11. Captain America: The Winter Soldier (2014)

S.H.I.E.L.D disusupi musuh. Tidak bisa lagi dibedakan siapa kawan dan siapa lawan. Nick Fury saja mengalami percobaan pembunuhan. Dia juga dituduh sebagai pengkhianat. Captain America berusaha menemukan siapa sebenarnya penjahat yang sudah menyusup ke S.H.I.E.L.D. Dia dibantu oleh Black Widow dan Falcon. Siapa nyana, dalam perjalanannya menemukan musuh, Captain America harus berhadapan dengan sahabat baiknya sendiri, Bucky Barnes alias Winter Soldier.




Rating: 4 dari 5 - really liked it

12. Prime (2005)

Ceritanya tentang kisah cinta beda usia terpaut jauh (14 tahun!) antara Rafi (Uma Thurman) dan David (Bryan Greenberg). Rafi yang baru saja bercerai dari suaminya sudah langsung dibuat jatuh cinta oleh David. Meski ya buat saya masa' sih David bisa segampang itu langsung bisa suka banget (untuk kemudian dengan mudah jatuh cinta) pada pandangan pertama. Atau ya mungkin David memang suka dengan wanita yang usianya jauh lebih tua dari dia.

Sebenarnya nilainya cukup 1 dari 5, tetapi berhubung soundtrack-nya oke banget (coba deh dengar I Wish You Love dari Rachael Yamagata) nilainya saya katrol jadi 2. Hehe.




Rating: 2 dari 5 - it was okay

13. Jumanji: Welcome to the Jungle (2017)

Pertama lihat trailer-nya saya tidak tertarik. Karena merusak kenangan yang saya ingat akan film Jumanji (1995) yang dibintangi Robin Williams dan Kirsten Dunst. Film itu merupakan film kenangan masa kecil dan jadi film favorit saya sampai saat ini. Filmnya seru dan menegangkan. Lempar dadu, keluar nomor, lalu lihat tugas apa yang harus dilakukan.

Berhubung banyak yang suka dengan film ini saya jadi penasaran dong. Saya ingin membandingkan dengan film pertamanya. Ternyata, memang bagus dan lucu. Sepanjang film saya dibikin tertawa terpingkal-pingkal. Ini mah beda banget dengan film Jumanji pertama, dari cara main permainan Jumanji-nya (kalau yang pertama mainnya lempar dadu, kalau yang kedua ini semacam main RPG) dan film yang pertama itu petualangan, tegang, dan serius gitu, sementara yang kedua ini filmnya petualangan dan komedi. Dan itu si Jack Black ya ampuuun... Kocak banget sih!!

Tapi tetap sih yang menjadi pertanyaan saya bagaimana ceritanya papan Jumanji yang tadinya cara mainnya dengan lempar dadu kok bisa berubah jadi semacam game console dan jadi game RPG?




Rating: 4 dari 5 - really liked it

14. The Road (2009)

Ini film suram amat ya. Nontonnya juga saya nggak sanggup untuk fokus. Jadi saya sambi sambil mainan hp. Habisnya lihat jaman serba gelap, serba susah, nggak ada makanan, manusia satu sama lain saling curiga, malah ada yang kanibal makan daging manusia, duh... Sudahlah. Hanya saran, nonton film suram di malam tahun baru bukanlah ide yang bagus.




Rating: 3 dari 5 - liked it

15. Cek Toko Sebelah (2016)

Suram sehabis nonton The Road saya langsung nonton film komedi. Cek Toko Sebelah langsung menjadi pilihan. Sudah lama terdengar gaungnya kalau film-film Ernest ini bagus. Cek Toko Sebelah ini merupakan bukti kalau Ernest memang apik meramu cerita. Ceritanya sederhana, karakter tokoh-tokohnya biasa kita temui sehari-hari, pokoknya keren deh. Sudah pasti yang jelas ceritanya lucu. Di awal film saya sudah dibikin ketawa dong lihat Kaesang jadi supir taksi. Haha.

Dialognya oke. Penuh dengan celetukan-celetukan lucu. Didukung dengan akting para pemainnya yang natural semua, meski sebagian besar adalah komika yang notabene pemain baru tetapi tidak ada yang terlihat kaku. Oke juga nih Ernest dalam memilih aktor dan aktrisnya.




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

Saturday, December 2, 2017

Kenapa Kimi's Akademos?

December 02, 2017 15 Comments
Saya bukan orang yang kreatif. Daya imajinasi saya jelek sekali. Makanya saya tidak pernah bisa membuat cerita fiksi. Jangankan cerita fiksi yang jelas-jelas membutuhkan imajinasi tinggi, mencari nama untuk blog ini saja saya tidak punya ide. Inginnya sih blog ini pakai nama yang sophisticated, tidak pasaran, dan memiliki makna yang sangat dalam. Saking dalamnya, laut yang paling dalam di dunia ini bisa kalah dengan makna nama blog saya. Sayangnya, nama blog saya... Biasa banget.

Awalnya saya menamai blog saya ini dengan nama Kimi's Cool Blog. Saya malas mikir, tetapi saya kepengen sedikit narsis maka ketemulah nama blog tersebut. I know my blog is really cool. You agree with me, don't you? Maka bertahanlah nama Kimi's Cool Blog bertahun-tahun sejak blog ini dibuat sampai kemarin.

Kemarin setelah saya kembali mengganti tema blog (kali ini saya suka dengan tema yang dipakai dan sudah merasa cocok), saya memutuskan untuk mengganti nama blog saya yang keren ini. Awalnya saya tidak tahu mau pakai nama apa. Saya sudah bilang kan kalau saya ini orangnya tidak kreatif dan miskin ide? Tiba-tiba saya teringat sesuatu. Tanpa pikir panjang, tanpa harus bertapa selama berhari-hari, saya memilih Kimi's Akademos untuk menggantikan nama Kimi's Cool Blog.

Tidak seperti sebelumnya di mana Kimi's Cool Blog merupakan hasil dari otak saya yang malas berpikir, Kimi's Akademos adalah hasil dari otak saya yang akhirnya punya sedikit ide. Idenya datang dari kampus saya. 

Di kampus saya ada tempat yang dinamakan Taman Akademos. Tempatnya di tengah-tengah kampus. Taman ini merupakan tempat kami, para warga kampus, kumpul-kumpul.


Taman Akademos
gambar dari sini


Alkisah (dari Wikipedia ini riwayatnya) Akademos adalah seorang pahlawan dari Attica dalam mitologi Yunani Kuno. Dia mendapatkan gelar pahlawan setelah berhasil menyelamatkan Athena dari ancaman Castor dan Pollux yang akan memorak-porandakan kota tersebut jika tidak memberitahukan keberadaan saudara perempuan mereka, Helen (yang saat itu masih berusia 12 tahun), yang diculik oleh Raja Theseus. Akademos menyelamatkan Athena dengan memberitahu Castor dan Pollux di mana keberadaan Helen. Atas jasanya tersebut Akademos mendapatkan kehormatan sebagai penyelamat kota. Athena pun selamat dari ancaman kehancuran. Akademos juga mendapatkan jaminan bahwa kapan pun orang-orang Lacedaemonians menyerang Attica, mereka tidak akan mengganggu tanah dan properti milik Akademos. Di tanah ini lah Akademos dikubur dan diberi nama sesuai dengan nama pemiliknya. Di tempat ini juga Plato memberikan kuliahnya kepada murid-muridnya. Aristoteles juga pernah belajar di sini, FYI. 

Berhubung saya selalu kangen dengan kampus saya dan Akademos merupakan tempat Plato mendirikan sekolahnya, saya rasa Kimi's Akademos adalah nama yang tepat untuk blog ini. Saya berharap semoga Kimi's Akademos akan selalu menjadi ruang atau tempat untuk saya belajar terus-menerus sepanjang hayat masih dikandung badan. Kimi's Akademos juga adalah sebuah pengingat agar saya jangan pernah berhenti belajar. Belajar tentang apa saja, belajar kepada siapa saja, dan belajar di mana saja.